Pendidikan . 05/04/2026, 18:51 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Secara keseluruhan, terdapat 13 inovasi baru yang diterapkan dalam seleksi SPAN-PTKIN 2026.
Berikut daftar lengkapnya:
Kerja sama dengan Pusmendik Kemendikdasmen RI
Sinergi antara Direktorat KSKK, Pontren, dan PTKI Kemenag
Partisipasi aktif Guru BK di seluruh Indonesia
Keterlibatan Kantor Wilayah Kemenag
Dasbor digital untuk menyatukan data sekolah dan pendaftaran
Evaluasi kondisi kesehatan mental calon siswa
Sistem berbasis seleksi pemerataan satuan pendidikan
Penyelarasan data melalui Tes Kompetensi Akademik (TKA)
Integrasi data dengan sistem SNPMB
Perbaikan verifikasi nilai rapor dan prestasi
Pemutakhiran sistem serta rumus penilaian
Formula baru dalam perhitungan indeks sekolah
Pengumpulan data minat siswa terhadap PTKIN
Dengan berbagai inovasi tersebut, Kemenag berharap perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dapat semakin diminati oleh para siswa dari berbagai latar belakang pendidikan.
Langkah ini juga diharapkan mampu menjadikan PTKIN sebagai pusat pendidikan Islam yang modern, inklusif, dan berkualitas.
Melalui sistem seleksi yang lebih transparan dan terintegrasi, peluang bagi siswa dari madrasah, pesantren, maupun sekolah umum untuk melanjutkan pendidikan ke PTKIN diharapkan semakin terbuka luas.
Pembaruan SPAN-PTKIN 2026 pun menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan mental untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media