Nasional . 05/04/2026, 06:32 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Perubahan pola iklim dapat memaksa petani mengubah jadwal tanam atau bahkan menunda musim tanam.
Selain sektor pertanian, El Nino juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Wilayah seperti Sumatra dan Kalimantan diketahui memiliki kawasan hutan gambut yang sangat rentan terbakar ketika musim kemarau berlangsung panjang.
Kondisi tanah yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dipadamkan.
Jika kebakaran hutan terjadi secara luas, dampaknya tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi.
Para ahli menekankan bahwa prediksi El Nino bukanlah kepastian, melainkan peringatan dini agar berbagai pihak dapat melakukan langkah antisipasi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien
Penyesuaian pola tanam di sektor pertanian
Peningkatan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan
Edukasi masyarakat tentang penghematan air
Dengan kesiapan yang baik, dampak dari fenomena El Nino dapat diminimalisasi. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media