Internasional . 06/04/2026, 22:23 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Dinasti kepemimpinan di Korea Utara tampaknya telah menentukan arah masa depannya. Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan secara resmi mengeluarkan penilaian terbaru yang menyebutkan Kim Ju-ae, putri dari pemimpin tertinggi Kim Jong-un, kini telah diposisikan sebagai calon tunggal penerus kekuasaan di negara komunis tersebut.
Laporan yang disampaikan NIS kepada parlemen Korea Selatan pada Senin (6/4/2026) mengungkapkan pergeseran signifikan dalam analisis intelijen mereka.
Jika sebelumnya kehadiran Ju-ae dianggap hanya untuk memperhalus citra sang ayah, kini data menunjukkan ia sedang menjalani proses legitimasi politik yang serius.
Berdasarkan "intelijen kredibel" yang dihimpun, NIS mencatat bahwa peran Ju-ae semakin mendominasi.
Terutama dalam sektor yang paling sakral di Korea Utara, yaitu militer. Keterlibatannya dalam berbagai urusan pertahanan negara dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun otoritas di mata para jenderal senior.
Salah satu bukti paling mencolok yang disoroti oleh intelijen adalah dokumentasi media pemerintah Korea Utara yang memperlihatkan Kim Ju-ae mengendarai tank tempur generasi terbaru.
Tidak hanya itu, Kim Ju-ae juga kerap muncul dalam berbagai latihan tempur strategis, termasuk latihan menembak jarak jauh.
Keterlibatan aktif ini dinilai sebagai cara Kim Jong-un untuk memperkenalkan putrinya kepada elit militer sebagai sosok yang tangguh dan memiliki pemahaman pertahanan yang kuat, syarat mutlak bagi pemimpin tertinggi Korea Utara.
"Pola kemunculan Kim Ju-ae dalam kegiatan militer saat ini sangat serupa dengan proses pengkaderan yang dilalui Kim Jong-un sebelum ia menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong-il," ujar Park Sun-won, anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea Selatan.
Penilaian terbaru dari NIS ini menandai peningkatan level kewaspadaan internasional.
Sebelumnya, analis Barat dan Korea Selatan masih meragukan kemungkinan seorang wanita memimpin Korea Utara yang kental dengan budaya patriarki.
Namun, intensitas kemunculan Ju-ae di acara-acara kenegaraan yang krusial mulai mematahkan keraguan tersebut.
Meskipun Pyongyang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status suksesi ini, kemunculan Kim Ju-ae di samping ayahnya dalam setiap peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) mengirimkan pesan jelas kepada dunia: Dinasti Kim akan terus berlanjut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media