Hukum dan Kriminal . 06/04/2026, 19:29 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Eva Lasrini dikenal sangat bersemangat mengintegrasikan dirinya dengan budaya Australia. Dalam unggahan terakhirnya pada bulan Februari, Eva Lasrini menyatakan antusiasmenya untuk belajar bahasa Inggris guna meningkatkan nilai dirinya.
Ia sangat bangga bisa mendapatkan kesempatan hidup di Australia, namun tidak pernah melupakan asal-usulnya dari Indonesia.
Nasi goreng buatannya dan "kantong cabai" yang selalu ia bawa ke mana pun pergi menjadi memori yang melekat di hati para sahabatnya.
"Dia tidak pernah membiarkan siapa pun pergi dari rumahnya tanpa membawa semangkuk makanan. Dia hanya ingin membuat semua orang bahagia," kenang Brett Harley, sahabat dekat Eva.
Eva terakhir kali terlihat aktif di media sosial pada Rabu siang setelah memberitahu putrinya bahwa ia akan bertemu mantan suaminya untuk diantar ke Bandara Melbourne.
Namun, Eva tidak pernah sampai di loket check-in bandara. Polisi yang mencium gelagat mencurigakan segera melacak keberadaan Keys.
Polisi kemudian menemukan jenazah Eva di kawasan barat daya Melbourne pada Sabtu sore. Penemuan ini memicu duka mendalam bagi keluarga yang telah menantinya di Bali untuk merayakan pembukaan salon rambut yang mereka rintis bersama.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media