Nasional . 07/04/2026, 08:35 WIB

Fahri Hamzah Respon Omongan Saiful Mujani Soal Gulingkan Prabowo: Jangan Kasih Ruang Kepada Tindakan Inkonstitusional

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah angkat bicara terkait polemik pernyataan Pendiri Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Fahri menegaskan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk tetap berada dalam koridor demokrasi konstitusional dalam menyikapi dinamika politik nasional.

Hal ini disampaikannya sebagai respons atas beredarnya potongan video yang dinarasikan berisi ajakan menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional sebab itu nanti berbahaya," kata Fahri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 6 April 2026.

Dalam keterangannya, Fahri juga mengingatkan bahwa kekuasaan negara tidak hanya berada di tangan eksekutif. Menurutnya, terdapat cabang kekuasaan lain yang juga memiliki tanggung jawab dan dapat dimintai pertanggungjawaban atas jalannya pemerintahan.

Ia turut mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi diri di tengah situasi global yang dinilainya penuh ketidakpastian. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut adanya kekompakan dari seluruh elemen bangsa.

"Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat," ucapnya.

Saiful Mujani sendiri dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Belakangan, potongan video yang memuat pernyataannya terkait ajakan menjatuhkan pemerintah menjadi viral di berbagai platform.

Pidato tersebut diketahui berlangsung dalam sebuah acara halal bihalal yang dihadiri sejumlah pengamat, termasuk Feri Amsari dan Islah Bahrawi.

Dalam rekaman yang beredar, Mujani menilai bahwa Presiden Prabowo tidak membuka ruang terhadap berbagai masukan dari pihak lain.

"Oleh karena itu jangan berharap kita memberi masukan-masukan untuk dia lebih baik dan itu tidak baik juga. Cuma untungnya orang ini nggak akan dengar gitu loh," katanya dikutip Selasa 6 April 2026.

Lebih lanjut, Mujani juga menyinggung kemungkinan pemakzulan atau impeachment terhadap Prabowo. Namun, ia meragukan mekanisme tersebut dapat berjalan efektif.

Menurutnya, lembaga yang memiliki kewenangan untuk melakukan impeachment tidak akan mampu menjalankan proses tersebut.

"Cuma lagi-lagi kalau Feri (Amsari) bilang cuma impeachment, dari awal saya udah bilang Jokowi juga harus di-empeachment waktu proses pemilu itu," tandasnya.

"Nah kalau bicara impeachment kan prosedur-prosedur yang formal. Kita berharap pada orang-orang DPR itu yang, ah, udah gitu ya, nggak bisa kita harapkan," sambungnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com