Nasional . 07/04/2026, 21:22 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, juga memberikan tanggapan terkait wacana reshuffle kabinet yang kembali mengemuka.
Menurut Doli, keputusan mengenai reshuffle sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai presiden merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan kabinet dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.
“Kalau yang namanya reshuffle kabinet itu kan kewenangan mutlak atau hak prerogatif Presiden, Pak Prabowo,” kata Doli kepada wartawan di kompleks Gedung DPR RI, Senin (6/4/2026).
Doli juga menilai bahwa situasi geopolitik global yang sedang memanas dapat menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penataan kabinet.
Ketegangan internasional, konflik geopolitik, hingga dinamika ekonomi global membutuhkan respons cepat dari pemerintah.
Karena itu, presiden dinilai perlu memiliki tim kabinet yang solid dan mampu bekerja efektif dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada sinyal resmi dari Istana terkait menteri mana saja yang berpotensi diganti jika reshuffle benar-benar dilakukan.
Seiring dengan munculnya isu reshuffle, berbagai spekulasi politik pun mulai berkembang di ruang publik.
Beberapa pengamat menilai reshuffle bisa saja dilakukan sebagai upaya memperkuat kinerja pemerintahan atau merespons dinamika politik di dalam koalisi pemerintahan.
Selain itu, reshuffle juga kerap menjadi strategi presiden untuk menyesuaikan komposisi kabinet dengan prioritas kebijakan terbaru.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai waktu maupun skema reshuffle yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo.
Dengan berbagai spekulasi yang berkembang, publik kini menunggu kepastian langsung dari Presiden Prabowo mengenai isu reshuffle kabinet tersebut.
Pernyataan singkat dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang meminta publik untuk “menunggu saja” semakin menegaskan bahwa keputusan final sepenuhnya berada di tangan kepala negara.
Jika reshuffle benar-benar terjadi, langkah tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu momen penting dalam dinamika politik pemerintahan Prabowo ke depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media