Hukum dan Kriminal . 07/04/2026, 06:25 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, akhirnya angkat bicara terkait kerusuhan mencekam yang melibatkan dua desa di Kecamatan Patani, Halmahera Tengah. Jenderal bintang dua ini dengan tegas membantah isu yang beredar luas bahwa konflik tersebut berlatar belakang SARA.
Irjen Pol Waris Agono menegaskan bahwa pembakaran rumah-rumah warga di Desa Sebenpopo dipicu oleh provokasi jahat dan penyebaran informasi palsu yang menyulut emosi massa.
"Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar," ujarnya saat dihubungi di Ternate, Senin 6 April 2026.
Polda Maluku Utara saat ini bergerak cepat mendalami fakta di lapangan. Keterangan dari korban selamat menjadi kunci utama penyidik untuk mengungkap dalang di balik aksi anarkis tersebut.
"Kami akan menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan dari korban selamat yang memiliki nilai penting karena mengalami langsung kejadian tersebut," kata dia.
Situasi panas di Halmahera Tengah bermula dari penemuan jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65), warga Desa Banemo, di kebun miliknya pada Kamis 2 April 2026. Penemuan ini kemudian berkembang menjadi bola salju yang memicu kesalahpahaman antarwarga.
Menanggapi hal itu, Kapolda meminta masyarakat tetap berkepala dingin dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.
"Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," tegasnya.
Irjen Pol Waris Agono juga memastikan bahwa hingga detik ini tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan kelompok masyarakat tertentu secara terorganisir.
"Kami tegaskan, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana," katanya.
Pihak kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini. Siapa pun yang terbukti menjadi kompor dalam kerusuhan ini akan langsung diseret ke ranah hukum.
"Siapa pun yang mencoba memecah belah dan memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.
Keseriusan kepolisian dalam menangani kasus ini pun dibuktikan dengan rencana turun tangannya tim dari Mabes Polri guna memperkuat proses penyidikan. Kapolda berharap masyarakat sepenuhnya mempercayakan penuntasan kasus ini kepada aparat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Berikan kami waktu untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus ini," kata Waris Agono.
Saat ini, aparat kepolisian masih bersiaga penuh di lokasi kejadian guna memastikan kondisi keamanan di Halmahera Tengah kembali kondusif dan mencegah adanya aksi susulan. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media