RUPIAH HARI INI LETOY Rp17.090 – Rp17.119 per USD! Menkeu Purbaya: Sudah Masuk Skenario APBN TERBARU

news.fin.co.id - 07/04/2026, 20:59 WIB

RUPIAH HARI INI LETOY Rp17.090 – Rp17.119 per USD! Menkeu Purbaya: Sudah Masuk Skenario APBN TERBARU

RUPIAH HARI INI LETOY Rp17.090 – Rp17.119 per USD! Menkeu Purbaya Sebut Sudah Masuk Skenario APBN TERBARU

Fin.co.id - Pelemahan nilai tukar rupiah hari ini yang menyentuh level kritis Rp17.090 – Rp17.119 per USD (Dolar AS) bukan hal yang mengejutkan bagi pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan depresiasi mata uang Garuda saat ini sudah dimasukkan dalam skenario terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Artinya, tekanan terhadap rupiah yang terjadi belakangan ini telah diperhitungkan dalam strategi fiskal pemerintah, termasuk dalam penyesuaian defisit anggaran.

Langkah ini diambil menyusul rencana pemerintah untuk melebarkan defisit anggaran dari angka semula 2,68% menjadi kisaran 2,9% terhadap PDB.

Advertisement

Melambungnya harga minyak mentah dunia akibat ketegangan militer antara AS, Israel, dan Iran menjadi biang kerok utama yang membengkakkan beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Angka simulasi itu rupiahnya bukan dari APBN sebelumnya. Sudah dinaikkan ke level tertentu, sudah masuk dalam hitungan skenario," ujar Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Bayang-Bayang Harga Minyak US$200

Pelemahan rupiah sebesar 0,33% pada penutupan perdagangan hari ini menandai tren negatif selama tiga hari berturut-turut.

Sentimen perang di Timur Tengah tidak hanya menghantam kurs, tetapi juga melambungkan harga minyak mentah hingga di atas US$100 per barel.

Kondisi ini memaksa Kemenkeu melakukan kalkulasi ulang terhadap ketahanan anggaran negara.

Bahkan, sejumlah analis pasar kini mulai menguji skenario ekstrem jika harga minyak dunia menembus US$200 per barel.

Jika hal ini terjadi, ruang fiskal Indonesia dipastikan akan semakin sempit untuk menahan harga energi di tingkat domestik.

Terkait upaya stabilisasi nilai tukar, Menkeu Purbaya menyerahkan sepenuhnya mandat tersebut kepada Bank Indonesia (BI).

Advertisement

Ia meyakini otoritas moneter memiliki strategi dan kemampuan yang cukup untuk meredam volatilitas yang terjadi di pasar valuta asing.

"Kalau rupiah kita serahkan ke bank sentral. Saya percaya mereka bisa betulkan," tambah Purbaya.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID