Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Kian Ngebut! Pertumbuhan Tembus di Atas 40 Persen
Penjualan mobil listrik dan hybrid tumbuh di atas 40 persen. Pemerintah juga mencatat konsumsi listrik dan aktivitas industri ikut meningkat.
fin.co.id - Penjualan mobil di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif, terutama pada segmen kendaraan listrik dan mobil hybrid. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat penjualan sektor otomotif tumbuh 33,3 persen secara tahunan, sedangkan penjualan kendaraan listrik dan hybrid meningkat lebih dari 40 persen.
Airlangga menyampaikan perkembangan tersebut dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Menurutnya, peningkatan penjualan kendaraan sejalan dengan sejumlah indikator aktivitas ekonomi lainnya.
Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Tumbuh di Atas 40 Persen
Airlangga mengatakan pertumbuhan sektor otomotif menjadi salah satu gambaran aktivitas ekonomi riil. Secara keseluruhan, penjualan mobil tumbuh 33,3 persen secara tahunan, sedangkan kendaraan listrik dan mobil hybrid mencatat pertumbuhan lebih tinggi.
“Kalau kami lihat dari sektor otomotif naik 33,3 persen year-on-year (secara tahunan), dan khusus untuk kendaraan elektrik ataupun kendaraan hybrid itu naiknya lebih dari 40 persen,” ujar Airlangga.
Baca Juga
Pertumbuhan kendaraan listrik juga terlihat dari peningkatan konsumsi listrik pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Airlangga menyebut data PLN mencatat konsumsi listrik SPKLU mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh) hingga Juni 2026.
Angka tersebut bahkan sudah melampaui konsumsi listrik SPKLU sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 48,5 juta kWh. Dengan demikian, konsumsi listrik SPKLU selama enam bulan pertama 2026 tumbuh 28 persen dibandingkan realisasi sepanjang tahun sebelumnya.
Konsumsi Listrik dan Penjualan Semen Ikut Meningkat
Selain perkembangan sektor otomotif, pemerintah melihat aktivitas ekonomi melalui konsumsi listrik. Airlangga mencatat total penjualan listrik meningkat 10,8 persen.
Jika melihat berdasarkan kelompok konsumen, peningkatan terjadi pada berbagai sektor. Konsumsi listrik rumah tangga tumbuh 12,3 persen, sementara konsumsi listrik sektor bisnis naik 10 persen dan sektor industri meningkat 6,5 persen.
Baca Juga
“Kenaikan ekonomi juga bisa dilihat dari kegiatan yang mengonsumsi listrik. Itu juga naik 10,8 persen dan penjualan semen 13,5 persen year on year (secara tahunan),” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, berbagai indikator tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat dan aktivitas industri berada dalam kondisi positif. Pertumbuhan penjualan kendaraan, konsumsi listrik, serta penjualan semen menjadi sejumlah indikator yang digunakan pemerintah untuk melihat perkembangan kegiatan ekonomi.
Dengan melihat perkembangan tersebut, pemerintah optimistis aktivitas ekonomi terus bergerak. Namun, pemerintah tetap menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi pada tahun berikutnya.
Pemerintah Bidik Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2027
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen secara tahunan pada 2027. Target tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.