Ekonomi . 07/04/2026, 21:39 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan kembali mencatat perkembangan penting. Pemerintah Korea Selatan disebut telah menyetujui penyerahan salah satu prototipe pesawat tempur generasi baru KF-21 kepada Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan oleh anggota parlemen Korea Selatan, Kim Dae-sik, pada Selasa (7/4/2026).
Menurut Kim, kesepakatan tersebut tercapai dalam pembicaraan antara kedua negara yang berlangsung pada Februari lalu. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Indonesia akan menerima satu dari enam prototipe pesawat tempur yang dikembangkan dalam proyek bersama tersebut.
Penyerahan prototipe ini bertujuan untuk mendukung berbagai pengujian teknis, termasuk uji kemampuan pesawat dalam melakukan pengisian bahan bakar di udara.
Penyerahan prototipe jet tempur tersebut memiliki nilai yang tidak kecil. Kim Dae-sik menyebutkan nilai kesepakatan mencapai sekitar 600 miliar won, atau setara dengan Rp7,5 triliun.
Nilai tersebut tidak hanya mencakup harga prototipe pesawat, tetapi juga sudah termasuk estimasi biaya perawatan serta dukungan teknis yang diperlukan dalam proses pengujian.
Dengan adanya kesepakatan ini, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan prototipe tersebut untuk menguji berbagai sistem teknologi yang akan digunakan pada pesawat tempur masa depan.
Proyek pengembangan pesawat tempur KAI KF-21 Boramae merupakan salah satu program strategis yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Program ini dimulai sejak tahun 2015 ketika Korea Selatan berambisi mengembangkan jet tempur supersonik buatan dalam negeri yang mampu bersaing dengan pesawat tempur modern di dunia.
Pesawat KF-21 dirancang sebagai jet tempur generasi 4.5 dengan kemampuan teknologi yang lebih canggih dibandingkan pesawat tempur generasi sebelumnya.
Pengembangan pesawat ini dilakukan oleh perusahaan dirgantara Korea Selatan, Korea Aerospace Industries.
Rencananya, proses pengembangan pesawat tempur tersebut akan rampung pada Juni 2026, setelah melalui berbagai tahapan desain, pengujian, dan penyempurnaan teknologi.
Indonesia tidak hanya menjadi pengguna potensial pesawat KF-21, tetapi juga menjadi mitra dalam proyek pengembangannya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media