Nasional . 08/04/2026, 15:14 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Jika penerbangan tetap menggunakan jalur awal, biaya rata-rata per jemaah diperkirakan naik dari:
Rp33,5 juta menjadi Rp46,9 juta
Kenaikan tersebut setara dengan 39,85 persen .
Lonjakan ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga avtur dan berbagai komponen operasional penerbangan.
Peningkatan biaya bahkan bisa lebih besar jika maskapai harus mengambil rute alternatif akibat situasi keamanan di Timur Tengah.
Dalam skenario perubahan rute, biaya haji diperkirakan naik dari:
Rp33,5 juta menjadi Rp50,8 juta per jamaah
Artinya, kenaikannya bisa mencapai 51,48 persen .
Perubahan rute penerbangan tersebut dapat menambah waktu perjalanan sekitar empat jam lebih lama dibandingkan rute normal.
Selain itu, konsumsi avtur juga meningkat drastis hingga 12.000 ton tambahan bahan bakar .
Estimasi kenaikan biaya ini juga didasarkan pada perhitungan dari maskapai penerbangan yang melayani jemaah haji Indonesia.
Garuda Indonesia misalnya, mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per jamah jika harga avtur berada di kisaran US$1,16 per liter .
Usulan tersebut disampaikan dalam surat resmi maskapai kepada pemerintah.
Sementara itu, maskapai Saudi Airlines juga mengajukan tambahan biaya sekitar US$480 per jam dengan asumsi harga avtur sebesar US$1,374 per liter .
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media