Ekonomi . 08/04/2026, 11:10 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat pada Selasa, 7 April 2026.
Airlangga menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah bukanlah fenomena tunggal, melainkan juga dialami oleh berbagai mata uang negara lain di tengah ketidakpastian global.
“Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain kan demikian,” ujar Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Tekanan Terjadi Sejak Sesi Perdagangan
Pelemahan rupiah sudah terlihat sejak sesi perdagangan siang hingga sore hari. Nilai tukar sempat melemah hingga 75 poin sebelum akhirnya ditutup di kisaran Rp17.100 per dolar AS.
Berdasarkan data pasar:
Dipicu Ketidakpastian Global
Pelemahan ini mencerminkan tekanan global yang tengah dihadapi banyak negara berkembang. Sejumlah faktor utama yang memengaruhi antara lain:
Kondisi tersebut membuat mata uang seperti rupiah menjadi lebih rentan terhadap gejolak eksternal.
Pasar Tunggu Langkah Pemerintah dan BI
Di tengah situasi ini, pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan dari otoritas ekonomi, termasuk Bank Indonesia dan pemerintah, untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Upaya yang diharapkan meliputi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media