Nasional . 09/04/2026, 07:54 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan menohok terhadap kelompok-kelompok yang memilih berada di luar garis kerja sama pemerintah namun tetap gencar melontarkan kritik. Di tengah situasi geopolitik global yang dinamis, Presiden menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.
Dalam Rapat Kerja Pemerintah yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan, Presiden mengungkapkan bahwa stabilitas nasional saat ini masih berada dalam kategori aman. Penilaian tersebut ia sampaikan setelah membedah data dan laporan berkala dari jajaran menteri, terutama terkait dampak memanasnya suhu politik di Timur Tengah terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.
"Data dan angka menunjukkan kondisi kita cukup aman. Saya telah mempelajari laporan dari para menteri dan situasinya stabil," ujar Prabowo di hadapan para pejabat negara.
Menariknya, Presiden menyoroti fenomena sosial di mana sebagian elemen masyarakat bersikap enggan berkolaborasi. Menggunakan gaya bahasa yang lugas, ia menganalogikan pembangunan nasional seperti proyek gotong royong membangun jembatan di sebuah desa.
Ia menyentil pihak-pihak yang enggan mengangkat batu atau memasang paku, namun sibuk mencela kualitas material yang digunakan pemerintah.
"Ada orang mau bangun jembatan, dia tidak mau bantu tapi dia kritik; katanya kayu salah, pakunya salah, rantainya salah. Semua salah di mata mereka," cetus Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak merasa terganggu dengan serangan verbal tersebut. Baginya, mandat dari rakyat jauh lebih penting daripada memedulikan ejekan dari pihak yang tidak berkontribusi langsung pada pembangunan.
"Ya, saya dianggap goblok tidak masalah, tapi rakyat ini butuh jembatan. Maka saya akan tetap bangun jembatan itu. Kita hormati sikap mereka yang tidak mau kerja sama, tidak ada masalah bagi pemerintah," tegasnya lagi.
Pesan kuat ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan membiarkan kebisingan politik menghambat laju program-program strategis. Presiden menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi untuk mengabaikan gangguan yang tidak produktif dan tetap berkonsentrasi pada eksekusi kebijakan yang menyentuh kepentingan publik.
Sikap ini mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang lebih memilih pendekatan hasil (result-oriented) daripada terjebak dalam perdebatan retoris dengan kelompok oposisi. Pemerintah memastikan bahwa stabilitas keamanan dan ekonomi akan tetap menjadi benteng utama dalam menghadapi gejolak eksternal maupun internal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media