Megapolitan . 11/04/2026, 20:10 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Sebanyak 2.730 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan BRI Super League antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Sabtu, 11 April 2026 malam.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menyampaikan bahwa ribuan personel tersebut disiagakan guna memastikan jalannya pertandingan berlangsung aman dan kondusif sejak awal hingga selesai.
"Sebanyak 2.730 personel gabungan mengamankan pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta vs Persebaya FC di GBK yang akan dimulai kick off pukul 19.00 WIB," katanya kepada wartawan, Sabtu, 11 April 2026.
Ia menjelaskan, kekuatan pengamanan berasal dari berbagai unsur, di antaranya Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta instansi terkait lainnya.
"Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti pintu masuk stadion, area dalam stadion, hingga kawasan sekitar Senayan," ungkapnya.
Selain pengamanan, pihak kepolisian juga mengingatkan para suporter agar mematuhi aturan dengan tidak membawa barang terlarang ke dalam stadion, seperti petasan, flare, senjata tajam, maupun minuman beralkohol.
"Kami akan menjaga keamanan dan melayani para suporter yang menonton di GBK, agar semua pihak dapat menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi pertandingan," ujarnya.
Ia berharap para pendukung kedua tim dapat menjaga sikap selama pertandingan berlangsung dan menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Kami berharap para suporter tetap santun dan tidak sampai terjadi anarkisme atau pengrusakan fasilitas umum," harapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan, kepolisian juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di kawasan Senayan. Masyarakat pun diimbau untuk mencari jalur alternatif selama pertandingan berlangsung.
Lebih lanjut, aparat akan menindak tegas penonton yang nekat membawa petasan, flare, atau kembang api. Meski begitu, pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam pelaksanaan pengamanan.
"Kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan tetap humanis, kita layani saudara-saudara kita yang akan menonton pertandingan sepak bola. Tidak ada yang membawa senjata api dalam pengamanan," tegasnya.
Rafi Adhi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media