Internasional . 12/04/2026, 15:40 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Sebaliknya, Beijing dinilai berusaha menjaga hubungan jangka panjang dengan Iran yang merupakan salah satu pemasok minyak penting bagi China.
Dengan tetap menjaga posisi diplomatik yang relatif netral, China dapat mempertahankan hubungan ekonomi dengan Iran sekaligus menghindari konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat.
Selain itu, Beijing juga dapat berargumen bahwa sistem pertahanan udara seperti MANPADS bersifat defensif, bukan ofensif.
Dalam konflik yang sama, Rusia disebut turut memberikan dukungan kepada Iran dalam bentuk berbagi informasi intelijen.
Menurut laporan sejumlah sumber, informasi tersebut membantu Iran menargetkan pasukan serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Hal ini menunjukkan bahwa konflik tersebut telah melibatkan dinamika geopolitik yang lebih luas antara kekuatan besar dunia. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media