Megapolitan . 13/04/2026, 09:58 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan ekosistem sungai dari dominasi spesies asing. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan perluasan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di seluruh aliran sungai Ibu Kota setelah menilai keberadaan spesies ini sudah mencapai tahap mengkhawatirkan.
Pramono menegaskan bahwa populasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali tidak hanya mengancam biodiversitas lokal, tetapi juga merusak infrastruktur fisik kota. Karakteristik ikan ini yang kerap membuat lubang di dinding tanah sungai disinyalir menjadi pemicu kerusakan tanggul lingkungan di berbagai titik.
"Ikan sapu-sapu ini merusak tanggul lingkungan dan menjadi predator yang menghabiskan sumber makanan ikan lokal seperti wader. Jika tidak segera kita kurangi jumlahnya, dampaknya akan sangat terasa bagi masyarakat," ujar Pramono Anung saat meninjau Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu 12 April 2026.
Ancaman Spesies Invasif dari Amerika Selatan
Berasal dari wilayah Amerika Selatan, ikan sapu-sapu dikenal memiliki daya tahan hidup yang luar biasa tinggi (invasif). Spesies ini mampu beradaptasi di air dengan tingkat polusi tinggi dan mengonsumsi hampir apa saja yang ada di dasar sungai.
Pramono memberikan peringatan keras kepada warga agar tidak mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari sungai Jakarta tersebut. Mengingat pola makannya yang tidak selektif di perairan yang terkontaminasi, daging ikan sapu-sapu berpotensi besar mengandung zat berbahaya dan logam berat yang mengancam kesehatan manusia.
"Ikan ini makan apa saja, sehingga dagingnya berpotensi mengandung kontaminasi zat berbahaya. Keberadaan mereka yang masif bisa melenyapkan ikan lokal jika kita biarkan tanpa kontrol," tambahnya.
Kesuksesan aksi penangkapan di Kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia beberapa waktu lalu, menjadi pemantik perluasan operasi ini. Dalam giat tersebut, 100 personel gabungan dari Dinas KPKP hingga Gulkarmat berhasil menjaring 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran jumbo.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menjelaskan bahwa seluruh ikan yang tertangkap dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) untuk dimusnahkan. Metode pemusnahan dilakukan dengan cara dikubur karena ikan ini diketahui mampu bertahan hidup dalam waktu lama meskipun berada di luar air.
Melihat kontribusi positif dari aksi tersebut, Gubernur Pramono meminta jajaran Wali Kota di lima wilayah administrasi untuk segera menggelar operasi serupa secara rutin. Fokus utama penertiban akan menyasar aliran sungai yang memiliki populasi ikan sapu-sapu paling padat guna mengembalikan keseimbangan rantai makanan di perairan Jakarta.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media