Nasional . 15/04/2026, 15:41 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf menyampaikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 hampir mencapai 100 persen dan kini memasuki tahap pemeriksaan akhir. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor KSP, Rabu, 15 April 2026.
"Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional akhir. Jadi semua sudah tersiapkan, akomodasi di jemaah di Mekkah" kata Irfan.
Irfan, yang akrab disapa Gus Irfan, menjelaskan total 177 hotel telah disiapkan untuk melayani jemaah di sejumlah kawasan di Makkah, seperti Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah.
"Meliputi 177 hotel melayani di daerah Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah. Kemudian di Madinah ada 100 hotel seluruhnya di wilayah Markaziyah sehingga tidak diperlukan kendaraan untuk berjalan ke Masjid Nabawi," tuturnya.
Untuk kebutuhan konsumsi, kata dia, ada 51 dapur di Makkah, 23 dapur di Madinah yang akan melayani jemaah selama menjalankan ibadah.
Di sektor transportasi, pemerintah telah menyiapkan berbagai armada bus, mulai dari antar kota seperti rute Madinah–Makkah dan Jeddah–Makkah, hingga rute kepulangan.
"Bis Shalawat yaitu bis yang berputar terus selama 24 jam dari penginapan pemondokan menuju Masjidil Haram juga sudah kita siapkan," imbuhnya.
"Kemudian juga bis Masyair yang membawa jamaah dari hotel ke Arafah, kemudian dari Arafah ke Muzdalifah maupun ke Mina juga sudah kita siapkan," sambungnya.
Dalam hal layanan kesehatan, disediakan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Selain itu, setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi oleh satu dokter dan satu tenaga kesehatan.
"Setiap kloter dari rombongan kita didampingi oleh 1 dokter dan 1 tenaga kesehatan," ungkapnya.
Pemerintah juga bekerja sama dengan salah satu rumah sakit besar di Arab Saudi, yaitu Saudi German Hospital, untuk memperkuat layanan medis bagi jemaah.
Terkait kartu Nusuk, distribusi telah diterima dari dua penyedia layanan, yakni Syarikah Dhiyuful Bait dan Mashariq. Namun, sebagian kartu dari Dhiyuful Bait masih tertahan di Bea Cukai Indonesia.
“Kami sedang membantu proses pengeluaran kartu Nusuk agar bisa segera didistribusikan,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan kartu Nusuk dapat dibagikan dan diaktifkan sejak jemaah masih berada di embarkasi di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menghindari kendala seperti tahun sebelumnya, ketika distribusi dilakukan di Arab Saudi dan menyebabkan hambatan akses ke Masjidil Haram.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media