Internasional . 16/04/2026, 08:52 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Insiden penembakan mengguncang sebuah sekolah menengah di Kahramanmaras, Turki, pada Rabu waktu setempat. Peristiwa ini menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya, dengan enam korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, mengonfirmasi jumlah korban dalam kejadian tersebut. Tragedi ini langsung memicu respons cepat dari berbagai pihak berwenang, termasuk aparat keamanan dan pejabat pemerintah pusat.
Gubernur Kahramanmaras Mukerrem Unluer mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang siswa laki-laki kelas 8 di Sekolah Menengah Ayser Calik. Hingga kini, motif di balik aksi tersebut masih belum diketahui.
Menurut Unluer, pelaku datang ke sekolah dengan membawa senjata api di dalam ranselnya. Setibanya di lokasi, ia langsung melakukan penembakan secara membabi buta di dua ruang kelas.
Enam korban luka saat ini masih menjalani operasi dan berada dalam kondisi kritis. Situasi di lokasi sempat kacau akibat aksi brutal tersebut.
Unluer juga menyebut bahwa terduga pelaku turut tewas dalam insiden tersebut. Namun, belum dapat dipastikan apakah ia mengakhiri hidupnya sendiri atau meninggal akibat situasi yang terjadi saat penembakan berlangsung.
Lebih lanjut, senjata yang digunakan pelaku diduga milik ayahnya yang merupakan mantan anggota kepolisian. Pelaku dilaporkan membawa lima pucuk senjata api lengkap dengan tujuh magasin saat datang ke sekolah.
Penyelidikan intensif kini tengah dilakukan oleh pihak berwenang. Kepala Jaksa Kahramanmaras Ramazan Murat Tiryaki menyatakan bahwa proses investigasi melibatkan tiga wakil kepala jaksa serta empat jaksa lainnya.
"Kepala jaksa dan para jaksa yang ditugaskan terus bekerja di TKP," kata Menteri Kehakiman Akin Gurlek melalui media sosial Turki NSosyal.
Dari pihak pemerintah pusat, Menteri Pendidikan Yusuf Tekin bersama pejabat terkait langsung menuju lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Turki Burhanettin Duran menegaskan bahwa seluruh aspek insiden ini sedang diselidiki secara menyeluruh oleh otoritas terkait. Ia juga mengingatkan media untuk berhati-hati dalam penggunaan bahasa pemberitaan, mengingat kejadian ini melibatkan anak di bawah umur dan berdampak pada keluarga korban.
Pembatasan peliputan media pun diberlakukan guna menjaga integritas proses penyelidikan. Pihak media diminta mematuhi aturan kerahasiaan, dengan jaminan bahwa informasi terbaru akan disampaikan secara berkala.
Sebagai dampak dari tragedi ini, kegiatan belajar mengajar di wilayah Kahramanmaras dihentikan sementara selama dua hari, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Ciftci.
Di sisi lain, Kementerian Kehakiman Turki juga mengambil langkah tegas terhadap aktivitas di media sosial yang dinilai memperkeruh situasi. Tindakan hukum akan diberikan kepada individu yang menyebarkan kepanikan, membenarkan aksi kekerasan, atau menyebarkan informasi menyesatkan.
Dalam pernyataannya, kementerian menegaskan bahwa aktivitas digital terkait insiden ini terus dipantau secara ketat di seluruh 81 provinsi, dengan koordinasi bersama 171 pengadilan pidana.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media