Ekonomi . 18/04/2026, 12:54 WIB

Dorong PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Energi Bersih untuk Ledakan Data Center

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pemerintah Indonesia kian mengintensifkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai tumpuan utama sistem energi masa depan. Upaya ini tidak semata ditujukan untuk menurunkan emisi karbon, tetapi juga untuk mengimbangi lonjakan kebutuhan listrik dari sektor digital, terutama industri pusat data (data center) yang berkembang pesat di kawasan ASEAN.

Dengan target kapasitas hingga 100 GW, PLTS ditempatkan sebagai instrumen penting dalam menjawab dua agenda besar sekaligus, yakni transisi menuju energi bersih dan akselerasi ekonomi digital. Permintaan listrik dari industri data center diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen setiap tahun, menjadikannya salah satu sektor dengan konsumsi energi paling tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar Abdurrahim, menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang luas bagi masuknya investasi hijau untuk mendukung percepatan tersebut.

"Pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar. Targetnya melakukan pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional. Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten guna memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan, termasuk menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang terus tumbuh pesat secara eksponensial di tanah air. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif," tuturnya dikutip, Sabtu, 18 April 2026.

Kebijakan ini menegaskan bahwa energi surya kini tidak lagi dipandang sebatas isu lingkungan, melainkan telah menjadi bagian dari strategi ekonomi berbasis teknologi. Tanpa dukungan energi bersih yang memadai, pertumbuhan sektor digital berpotensi terhambat sekaligus meningkatkan emisi karbon.

Di sisi lain, PT PLN (Persero) memegang peran strategis dalam merealisasikan agenda tersebut. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengubah arah kebijakan menjadi implementasi konkret di lapangan.

PLN mendorong percepatan pembangunan PLTS, pengembangan Battery Energy Storage System (BESS), serta penguatan Program Listrik Desa (Lisdes). Melalui inisiatif ini, PLN juga menampilkan berbagai capaian nyata (quick wins) yang menunjukkan bahwa transformasi energi di Indonesia telah berjalan, termasuk melalui penerapan digitalisasi jaringan (smart grid) dan peningkatan ketahanan sistem kelistrikan.

"Kami mengundang kolaborasi lintas batas untuk memba.ngun infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya bersih dan andal, tetapi juga mampu menjadi tulang punggung bagi kedaulatan ekonomi Indonesia dan ASEAN di kancah global," tutr Darmawan.

Percepatan pengembangan PLTS ini tidak hanya berorientasi pada penurunan emisi, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur energi nasional dalam menopang era digital yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut turut ditegaskan melalui peluncuran Enlit Asia – Electricity Connect 2026 pada Jumat, 17 April 2026. Agenda tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 22–24 September 2026 dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian ESDM serta PLN.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com