Nasional . 19/04/2026, 10:45 WIB

Perdana di Borobudur: Kirab Pusaka Nusantara 2026 Perkuat Narasi Warisan Budaya Hidup

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id – Kawasan Candi Borobudur menjadi saksi sejarah perhelatan Kirab Pusaka Nusantara Tahun 2026 yang berlangsung khidmat pada Minggu 19 April 2026. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menginisiasi kegiatan ini sebagai terobosan baru untuk memperingati Hari Keris Nasional sekaligus Hari Warisan Dunia. Peristiwa ini menandai pertama kalinya prosesi kirab pusaka berskala besar terlaksana tepat di jantung situs warisan dunia tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kekuatan Borobudur tidak hanya bertumpu pada kemegahan struktur fisiknya semata. Menurutnya, esensi sejati dari kawasan ini terletak pada living heritage atau warisan hidup yang terjaga dalam memori kolektif masyarakat sekitarnya.

Sinergi 20 Desa Penyangga dan Seribu Peserta

Kirab ini melibatkan partisipasi aktif dari sekitar 1.000 peserta yang merepresentasikan 20 desa penyangga di wilayah Borobudur. Kehadiran para seniman, budayawan, dan warga lokal menunjukkan bahwa pelestarian situs bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama melalui semangat gotong royong.

Rombongan memulai prosesi dari Gerbang Beringin menuju Pelataran Kenari dengan membawa berbagai pusaka nusantara. Ritual ini bukan sekadar parade visual, melainkan ruang ekspresi yang mempertemukan tradisi luhur dengan dinamika masyarakat modern. Selain kirab, rangkaian acara meliputi doa lintas agama, ritual budaya, hingga penyerahan bibit konservasi sebagai simbol komitmen keberlanjutan lingkungan.

"Kita mengharapkan manfaat keberadaan Candi Borobudur dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar dan seluruh rakyat Indonesia melalui kegiatan budaya yang inklusif," ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangan resminya.

Menuju Destinasi Budaya yang Inklusif

Pemerintah saat ini tengah memacu transformasi Borobudur agar lebih ramah terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia. Fadli Zon menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan di situs bersejarah ini harus berjalan beriringan dengan penguatan narasi adat istiadat dan seni lokal.

Kegiatan ditutup dengan tradisi umbul bojono atau kenduri makan bersama. Momentum ini menjadi simbol harmoni dan kebersamaan antara pejabat negara, tokoh masyarakat, dan warga desa. Penyelenggaraan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) dan jajaran pemerintah Kabupaten Magelang.

Melalui Kirab Pusaka Nusantara, Kementerian Kebudayaan memproyeksikan Borobudur sebagai pusat interaksi budaya global yang tetap mengakar pada nilai-nilai lokal. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan dan kompetitif di kancah internasional.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com