Internasional . 20/04/2026, 20:21 WIB

Amerika TEMBAK & SITA Kapal Iran 'Touska' di Oman, Harga Minyak Dunia Meroket US$96, Selat Hormuz Jadi Medan Tempur MALAM INI

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai titik didih baru pada Senin, 20 April 2026. Kapal perusak rudal milik militer AS, USS Spruance, dilaporkan telah melepaskan tembakan ke ruang mesin kapal kargo berbendera Iran, Touska, yang mencoba menembus blokade laut menuju Pelabuhan Bandar Abbas.

Insiden ini menghancurkan harapan gencatan senjata singkat yang baru disepakati, sekaligus memicu lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 7 persen hingga menyentuh angka US$96,85 per barel.

Presiden Donald Trump secara resmi mengonfirmasi bahwa pasukan AS kini menguasai kapal Touska dan sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap muatannya.

Menurut Trump, kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti sebelum akhirnya dilumpuhkan melalui serangan presisi pada sistem propulsinya.

Langkah agresif ini dibalas dengan kemarahan oleh komando militer Iran, Khatam al-Anbiya, yang menuduh Washington telah melakukan tindakan pembajakan internasional dan melanggar komitmen perdamaian.

"Pilihannya hanya dua. Pasar minyak bebas untuk semua, atau risiko biaya besar bagi setiap pihak yang terlibat. Pembatasan ekspor minyak kami tidak bisa berjalan beriringan dengan jaminan keamanan bagi pihak lain," tegas Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammadreza Aref.

Krisis Energi & Ancaman Serangan Infrastruktur

Blokade laut yang telah berlangsung selama delapan minggu ini secara de facto menutup Selat Hormuz, jalur nadi yang mengalirkan hampir seperlima pasokan energi dunia.

Iran telah memperingatkan akan menyerang fasilitas energi negara-negara Teluk sekutu AS jika infrastruktur sipil mereka diganggu.

Sebaliknya, Presiden Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika tuntutan nuklir dan keamanan navigasi tidak segera dipenuhi oleh Teheran.

Meskipun Pakistan berupaya menjadi mediator dengan memperketat pengamanan di Islamabad menjelang pertemuan delegasi, peluang damai kian menipis.

Iran secara resmi menolak berpartisipasi dalam putaran kedua negosiasi karena menilai tuntutan AS terlalu berlebihan dan retorika ancaman dari Washington tidak kunjung reda.

Sementara itu, negara-negara Eropa mulai khawatir pendekatan pragmatis AS justru akan memicu konflik yang lebih panjang dan kompleks di kawasan Timur Tengah.

Hingga saat ini, data pelacakan kapal menunjukkan situasi di Selat Hormuz sangat mencekam dengan militer Iran yang terus memutar balik kapal-kapal tanker gas alam cair (LNG), memperparah guncangan pasokan energi global yang telah menewaskan ribuan orang dalam konflik bersenjata delapan minggu terakhir.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com