Internasional . 20/04/2026, 17:29 WIB

Gawat! Iran Menolak Negosiasi, Selat Hormuz Berpotensi Jadi Titik Panas Dunia

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Namun posisi Teheran tetap tegas.

“Selama pernyataan Presiden Amerika Serikat mengenai blokade laut masih berlaku, tidak akan ada negosiasi,” tegas tim negosiasi Iran.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump , menyatakan bahwa kegagalan tetap akan mengirim delegasi ke Islamabad untuk membuka peluang dialog lanjutan.

Ia menyebut pertemuan tersebut diadakan pada hari Selasa dan berpotensi berlanjut hingga Rabu.

Namun dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan tuduhan bahwa Iran telah menyebarkan gencatan senjata dua pekan.

Ia menuding Iran membuka tembakan di kawasan Selat Hormuz pada 18 April 2026.

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump bahkan mengeluarkan ancaman keras.

"Kami menawarkan kesepakatan yang adil. Jika tidak diterima, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran," tulisnya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam sejak konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026.

Konflik tersebut berdampak besar terhadap stabilitas kawasan, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu dampak global, termasuk pada harga energi dan stabilitas ekonomi internasional.

Situasi yang terus memanas antara Iran dan Amerika Serikat tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga dunia internasional.

Beberapa dampak yang mulai terasa antara lain:

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com