Internasional . 20/04/2026, 20:50 WIB

GENCATAN SENJATA BERDARAH! Drone Kamikaze Iran Hujani Kapal Perang AS di Teluk Oman

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Situasi di perairan Teluk Oman mencapai titik didih tertinggi setelah pasukan militer Iran meluncurkan serangan drone tempur besar-besaran terhadap sejumlah armada kapal Amerika Serikat (AS) pada Senin, 20 April 2026.

Aksi serangan udara ini merupakan balasan langsung atas penyitaan kapal kargo milik Iran, TOUSKA, oleh pasukan marinir AS sehari sebelumnya.

Serangan ini terjadi secara mengejutkan saat kedua negara seharusnya berada dalam masa gencatan senjata dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan, sehingga menghancurkan harapan perdamaian yang tengah dibangun di Islamabad.

Pihak Teheran menilai tindakan militer Amerika Serikat yang menembaki dan menguasai kapal kontainer TOUSKA sebagai pelanggaran berat terhadap kesepakatan damai yang berlaku sejak 7 April lalu.

Kapal TOUSKA, yang diketahui membawa muatan dari Port Klang, Malaysia menuju pelabuhan Bandar Abbas, dicegat oleh kapal perang USS Spruance di perairan internasional.

Klaim agresi ini menjadi pembenaran bagi militer Iran untuk mengerahkan teknologi drone kamikaze guna melumpuhkan aset-aset militer AS yang berada di kawasan strategis tersebut.

“Amerika Serikat telah melakukan agresi nyata dengan melanggar gencatan senjata. Mereka menyerang kapal sipil kami setelah melumpuhkan sistem navigasinya secara paksa.

Kami pastikan agresi ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan yang setimpal,” tegas Ebrahim Zolfaghari, juru bicara militer Iran, dikutip dari Anadolu Agency.

Klaim Blokade Laut & Upaya Pengamanan Kargo

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) bersikeras bahwa kapal perang USS Spruance bertindak sesuai prosedur internasional untuk menghentikan kapal yang diduga mencoba menembus blokade laut.

Rekaman video yang dirilis oleh pihak Pentagon menunjukkan detik-detik kapal perang AS memberikan peringatan keras sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke ruang mesin kapal TOUSKA.

Hingga saat ini, marinir AS dilaporkan masih menahan kapal tersebut beserta seluruh awaknya, sebuah tindakan yang oleh Iran disebut sebagai aksi "pembajakan laut" modern.

Serangan balasan drone Iran ini menempatkan negosiasi langsung yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad pekan ini dalam ketidakpastian besar.

Komando militer Iran, melalui Ebrahim Zolfaghari, mengisyaratkan bahwa serangan ini hanyalah tahap awal dari respons bersenjata yang lebih luas terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Oman.

Dunia kini memantau dengan cermat, karena eskalasi ini berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global di Selat Hormuz dan memicu kenaikan harga minyak mentah secara drastis dalam hitungan jam.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com