Nasional . 22/04/2026, 14:28 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Fenomena langit langka kembali mencuri perhatian. Hujan meteor Lyrid siap menghiasi langit malam pada April 2026 dan jadi momen yang sayang untuk dilewatkan, terutama bagi pecinta astronomi maupun pemburu fenomena alam.
Peristiwa tahunan ini sudah aktif sejak 16 April dan akan berlangsung hingga 25 April 2026. Namun, momen paling dinanti jatuh pada puncaknya, yaitu pada 22–23 April 2026. Pada waktu tersebut, langit diprediksi akan menampilkan meteor dalam jumlah yang lebih intens dibanding hari lainnya.
Berdasarkan perhitungan astronomi, puncak hujan meteor Lyrid diperkirakan terjadi pada 23 April 2026 pukul 02.15 WIB. Artinya, waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena ini berada setelah tengah malam hingga menjelang fajar.
Pada rentang waktu tersebut, langit cenderung lebih gelap sehingga memudahkan mata menangkap kilatan meteor. Selain itu, posisi Bumi yang optimal terhadap jalur debu komet juga membuat jumlah meteor yang terlihat meningkat.
Jika cuaca cerah dan minim polusi cahaya, kamu bisa melihat sekitar 15 hingga 20 meteor per jam. Angka ini tergolong cukup stabil untuk hujan meteor tahunan.
Hujan meteor Lyrid termasuk salah satu fenomena astronomi tertua yang pernah tercatat dalam sejarah. Catatan pengamatan pertama bahkan sudah ada sejak lebih dari 2.500 tahun lalu, berdasarkan dokumen kuno dari China.
Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan oleh Komet Thatcher (C/1861 G1). Saat partikel debu tersebut memasuki atmosfer Bumi, gesekan dengan udara membuatnya terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang terlihat sebagai meteor.
Menariknya, komet induk ini hanya mendekati Bumi sekitar setiap 415 tahun sekali. Meski begitu, sisa-sisa partikelnya terus menyebar di orbitnya dan bisa ditemui setiap tahun oleh Bumi. Inilah yang menyebabkan hujan meteor Lyrid selalu muncul secara rutin setiap April.
Berbeda dengan beberapa hujan meteor lain, Lyrid punya karakteristik unik. Meteor yang muncul umumnya tidak meninggalkan jejak cahaya panjang di langit.
Namun, fenomena ini sesekali menghadirkan kilatan cahaya yang jauh lebih terang. Kilatan ini dikenal sebagai fireball, yaitu meteor yang terlihat sangat mencolok dan bisa bertahan lebih lama dibanding meteor biasa.
Kemunculan fireball inilah yang sering membuat pengamat terpukau. Meski tidak selalu muncul dalam jumlah banyak, kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi kamu yang gemar berburu fenomena alam atau sekadar ingin menikmati keindahan langit malam, ini adalah waktu yang tepat untuk meluangkan waktu sejenak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media