Internasional . 22/04/2026, 22:14 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Ketidaksepahaman ini menambah daftar panjang tantangan diplomatik yang harus dihadapi oleh pemimpin perempuan pertama Italia tersebut.
“Saya terkejut dengannya. Saya kira dia punya keberanian, ternyata saya salah. Ia tidak peduli bahwa Iran bisa menghancurkan Italia dalam dua menit jika memiliki kesempatan,” ujar Donald Trump dalam wawancara dengan harian Corriere della Sera.
Hinaan Solovyov yang menyebut Meloni sebagai "sosok fasis yang mengkhianati pemilihnya" dipandang oleh para analis sebagai upaya Rusia untuk memecah belah dukungan domestik Italia terhadap Ukraina.
Namun, reaksi keras dari Roma menunjukkan bahwa Italia tetap teguh pada posisi politik luarnya meskipun dihujani serangan pribadi dari berbagai arah.
Pemerintah Italia memastikan serangan verbal ini tidak akan mengubah arah kebijakan luar negeri mereka.
Pemanggilan Dubes Paramonov menjadi pesan kuat bahwa kedaulatan dan martabat pemimpin negara adalah garis merah yang tidak boleh dilintasi, baik oleh media pemerintah asing maupun sekutu politik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media