Nasional . 22/04/2026, 13:11 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Mantan Wakapolda Metro Jaya, Brigjen (Purn) Raziman Tarigan, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor roda empat (All-Terrain Vehicle/ATV) di Kota Medan, Sumatera Utara.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, tak jauh dari tempat usaha dan kediaman almarhum. Pantauan di lokasi pada Rabu 22 April 2026 menunjukkan garis putih tanda olah tempat kejadian perkara (TKP) masih membekas di tengah jalan, sementara puluhan papan bunga ucapan duka cita berjejer di sepanjang jalan.
Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat Raziman sedang mengendarai ATV seorang diri pada Sabtu 18 April 2026 sore. Almarhum diketahui baru saja membeli gorengan dan berniat menyeberang menuju rumahnya.
Seorang saksi mata, Joko, menceritakan detik-detik saat ia mendengar dentuman keras dari arah jalan raya. Saat ia mengecek ke sumber suara, kondisi motor ATV milik purnawirawan jenderal bintang satu itu sudah dalam posisi terbalik.
"Suara benturannya sangat kuat. Saat saya lihat, posisi Pak Tarigan sudah tergeletak di aspal dalam kondisi tidak sadarkan diri. Makanan yang baru dibelinya berserakan di jalan," ujar Joko saat memberikan keterangan kepada media, Rabu 22 April 2026.
Joko dan para pedagang sekitar segera memberikan pertolongan pertama. Namun, akibat benturan keras, Raziman mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala belakang. Keluarga yang tiba di lokasi langsung membawa almarhum ke Rumah Sakit Royal Prima untuk penanganan medis darurat.
Meski sempat menjalani prosedur operasi di rumah sakit, nyawa mantan Wadankor Brimob Polri ini tidak tertolong. Luka serius di kepala belakang diduga menjadi penyebab utama meninggalnya sang jenderal.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Widodo, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah TKP guna mendalami penyebab pasti kecelakaan. Terkait spekulasi yang sempat beredar mengenai dugaan tabrak lari, saksi mata di lapangan menegaskan tidak melihat keterlibatan pengendara lain dalam insiden tersebut.
"Benar, beliau meninggal dunia karena kecelakaan. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut atas peristiwa ini," kata Widodo singkat.
Kepergian Raziman menyisakan kesedihan mendalam bagi warga sekitar. Di mata para pedagang di Jalan Melati Raya, Raziman dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan sering berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa pengawalan.
"Beliau orang baik, sering keluar sendiri naik ATV dan belanja di pedagang-pedagang sini. Kami sangat kehilangan," tambah Joko.
"Kebijakan publik bukan milik segelintir orang. Ia lahir dari uang rakyat dan harus kembali untuk kepentingan rakyat," kutipan ini mengingatkan bahwa setiap tokoh publik, sekalipun sudah purnatugas, tetap memiliki tempat di hati rakyat melalui interaksi sosial yang tulus.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media