Viral . 22/04/2026, 15:51 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Sebuah video mendadak viral dan jadi perbincangan panas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan momen menegangkan antara seorang pria dengan oknum pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam video itu, terlihat situasi lalu lintas yang sedang tertib. Pria perekam tampak berhenti dan menunggu lampu merah berganti hijau. Namun, suasana berubah ketika seorang driver ojol justru nekat melanggar aturan dengan melawan arah.
Aksi tersebut langsung memicu reaksi. Pria yang merekam video tidak tinggal diam dan mencoba menegur sang pengemudi agar mematuhi aturan lalu lintas. Teguran itu seharusnya menjadi pengingat sederhana. Sayangnya, respons yang muncul justru jauh dari harapan.
Alih-alih menghentikan pelanggaran, pengemudi ojol tetap melanjutkan aksinya melawan arah. Situasi pun semakin memanas ketika interaksi antara keduanya berubah menjadi lebih tegang.
Berdasarkan rekaman, pengemudi tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda ingin memperbaiki kesalahan. Bahkan, muncul dugaan bahwa terjadi pemukulan terhadap pria yang menegur.
Setelah insiden tersebut, pengemudi ojol dengan motor berpelat BG 5877 AFH memilih meninggalkan lokasi. Namun, yang membuat publik semakin terkejut adalah ucapan yang dilontarkan sebelum pergi.
Dengan nada menantang, ia mengatakan, “Naikin ke TikTok bang, ke FB.”
Kalimat tersebut langsung menjadi sorotan. Banyak netizen menilai ucapan itu menunjukkan sikap tidak peduli terhadap aturan maupun konsekuensi dari tindakannya.
Alih-alih merasa bersalah, pelaku justru seolah menantang agar kejadian tersebut disebarluaskan. Dan benar saja, video itu kini beredar luas dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial.
Aksi ojol melawan arah di Kebon Sirih ini bukan hanya soal pelanggaran lalu lintas, tetapi juga soal sikap dan tanggung jawab di ruang publik. Teguran yang diabaikan, ditambah ucapan menantang, membuat kasus ini cepat viral dan memicu kemarahan publik.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan di jalan bukan hanya urusan pribadi, tetapi tanggung jawab bersama. Dan di era digital, setiap aksi bisa langsung jadi sorotan nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media