Megapolitan . 23/04/2026, 11:56 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Sebanyak 393 jemaah haji kloter pertama asal Provinsi Banten resmi diberangkatkan dari Masjid Raya Al-A’zhom, Kota Tangerang, Selasa (21/4/2026). Keberangkatan tahun ini menandai sejarah baru dengan mulai dioperasikannya Embarkasi Asrama Haji Cipondoh sebagai titik pusat pemberangkatan jemaah di wilayah Banten.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jemaah tidak lagi diarahkan menuju Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Setelah dilepas di Masjid Al-A’zhom, jemaah langsung menuju Embarkasi Cipondoh sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa operasional embarkasi lokal ini merupakan langkah efisiensi untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah. Kloter pertama ini merupakan bagian dari total 9.192 jemaah asal Provinsi Banten yang dijadwalkan berangkat tahun ini.
"Alhamdulillah, malam ini kita melepas kloter pertama dari Embarkasi Cipondoh. Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur," ujar Andra Soni di sela-sela pelepasan.
Senada dengan Gubernur, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menilai penggunaan Embarkasi Cipondoh sebagai bentuk peningkatan layanan nyata. Menurutnya, pemangkasan rute keberangkatan ini membuat proses mobilisasi jemaah menjadi lebih dekat dan tertata.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Pemerintah Kota Tangerang juga mengalokasikan dana hibah sekitar Rp1 miliar setiap tahunnya untuk mendukung operasional serta akomodasi keberangkatan jemaah.
Terkait kondisi jemaah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Samsudin, mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan. Berdasarkan data Kemenag, sekitar 25 hingga 30 persen jemaah pada kloter ini masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) dan lanjut usia.
"Meskipun ada sekitar 30 persen kategori risti, seluruhnya telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat dan dinyatakan layak berangkat," jelas Samsudin.
Pada pemberangkatan perdana ini, tercatat jemaah termuda berusia 13 tahun, sementara jemaah tertua berusia 82 tahun. Seluruh jemaah akan didampingi oleh petugas kesehatan dan pendamping haji untuk memastikan kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media