Internasional . 25/04/2026, 17:20 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar TNI setelah gugurnya Praka Rico Pramudia dalam misi perdamaian di Lebanon. Saat ini, proses pemulangan jenazah almarhum masih dalam tahap administrasi oleh perwakilan Indonesia di Beirut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Donny Pramono, menyampaikan bahwa seluruh prosedur tengah dijalankan, termasuk koordinasi dengan pihak keluarga terkait rencana pemakaman.
"Proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan dan TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga. Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga," kata Donny dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.
Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan kapan jenazah Praka Rico akan tiba di Tanah Air. Proses tersebut masih bergantung pada penyelesaian administrasi dan koordinasi lintas pihak di Lebanon.
TNI AD pun menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum yang gugur saat menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Kepergian Praka Rico menambah daftar prajurit Indonesia yang gugur dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon Selatan.
Dengan wafatnya Praka Rico, tercatat empat prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah di wilayah misi United Nations Interim Force in Lebanon. Mereka adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Romadhon, dan Praka Rico Pramudia.
Sebelumnya, Praka Rico merupakan salah satu dari tiga prajurit yang mengalami luka dalam serangan yang terjadi pada akhir Maret lalu. Kapuspen Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat serangan artileri yang menghantam pos kontingen Indonesia di wilayah Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.
"Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Aulia.
Dalam serangan itu, Kopda Farizal Romadhon gugur di lokasi akibat terkena dampak langsung. Sementara Praka Rico yang mengalami luka serius segera dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.
Namun, setelah beberapa pekan menjalani perawatan, nyawa Praka Rico tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan gugur di rumah sakit, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan satu tugas, dan bangsa Indonesia.
Kepergian Praka Rico menjadi pengingat atas risiko besar yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian di luar negeri—sebuah tugas yang sarat pengabdian dan pengorbanan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media