Ekonomi . 26/04/2026, 12:28 WIB

Update Harga LPG April 2026: Bright Gas Alami Penyesuaian, Gas Melon Tetap Stabil

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, resmi melakukan penyesuaian harga untuk komoditas LPG nonsubsidi terhitung sejak 18 April 2026. Meski harga varian Bright Gas mengalami perubahan, pemerintah menegaskan bahwa harga gas subsidi tabung 3 kilogram atau "gas melon" dipastikan tidak mengalami kenaikan guna menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Kebijakan penyesuaian harga ini menyasar kelompok masyarakat mampu yang menggunakan tabung Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika harga energi di pasar internasional yang menjadi acuan utama penetapan harga produk nonsubsidi di tanah air.

Rincian Harga Bright Gas di Wilayah Pulau Jawa

Untuk wilayah Pulau Jawa, yang mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga LPG nonsubsidi terpantau relatif seragam. Penyesuaian ini berlaku untuk tingkat agen (ex-agen) dengan radius distribusi hingga 60 kilometer dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).

Berikut adalah rincian harga isi ulang Bright Gas di wilayah Pulau Jawa per April 2026:

Bright Gas 5,5 kg: Rp 107.000 per tabung.

Bright Gas 12 kg: Rp 228.000 per tabung.

Secara nasional, harga Bright Gas 5,5 kg bergerak di rentang Rp 100.000 hingga Rp 134.000, sementara ukuran 12 kg berada di kisaran Rp 220.000 hingga Rp 265.000. Variasi harga ini bergantung pada jarak distribusi serta biaya logistik di masing-masing daerah di luar radius standar yang ditetapkan.

Mekanisme Pasar dan Peluang Penurunan Harga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa skema penentuan harga untuk gas nonsubsidi bersifat fleksibel dan mengikuti pergerakan harga pasar dunia, khususnya mengacu pada harga Saudi Aramco. Hal ini berbeda dengan LPG 3 kg yang harganya dipatok oleh pemerintah melalui skema subsidi.

Bahlil menekankan bahwa harga produk nonsubsidi sangat berpotensi turun apabila tren harga energi global mengalami pelemahan. "Jadi kan ada formulasinya. Kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, ya naik," ujar Bahlil saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Pemerintah menjamin bahwa stok LPG nasional saat ini berada di atas standar minimum nasional. Khusus untuk segmen subsidi, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah berkomitmen penuh untuk tetap menanggung selisih biaya agar harga eceran tertinggi (HET) gas 3 kg tidak membebani rakyat kecil meskipun biaya pengadaan gas di tingkat global sedang bergejolak.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com