Ekonomi . 27/04/2026, 11:51 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Memasuki pekan terakhir April 2026, sejumlah operator SPBU khususnya Pertamina dan BP-AKR, telah melakukan penyesuaian harga ke atas secara signifikan sejak Sabtu (18/4).
Kenaikan ini didominasi oleh jenis bahan bakar non-subsidi dengan angka oktan (RON) tinggi dan varian diesel premium.
Meski demikian, bagi masyarakat pengguna bahan bakar subsidi, pemerintah masih mempertahankan harga Pertalite dan Solar Subsidi di level yang stabil.
Ini untuk menjaga daya beli domestik. Di sisi lain, operator swasta seperti Shell dan Vivo terpantau masih menahan harga, meski ketersediaan stok mulai menjadi sorotan.
Pertamina Patra Niaga resmi merilis daftar harga terbaru yang menunjukkan lonjakan signifikan pada segmen kendaraan mewah dan mesin diesel modern.
Kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi alasan utama di balik angka-angka berikut:
Berbeda dengan Pertamina, dinamika harga di SPBU swasta menunjukkan tren yang bervariasi. BP-AKR mengikuti langkah Pertamina dengan menaikkan harga dieselnya. Sementara Shell menghadapi tantangan pada sisi suplai.
Fokus kenaikan pada BP-AKR terjadi pada varian diesel unggulannya:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media