Megapolitan . 28/04/2026, 07:39 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat hingga Selasa, 28 April 2026, sebanyak tujuh orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan data terbaru korban saat meninjau lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain korban meninggal, puluhan penumpang juga masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
"Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026.
"Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," tambahnya.
Proses evakuasi di lokasi kecelakaan masih terus berlangsung. KAI mengungkapkan masih ada tiga korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta dan belum berhasil dievakuasi.
Menurut Bobby, proses penyelamatan dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi gerbong yang rusak parah membuat akses menuju korban menjadi sulit.
"Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta," katanya.
"Evakuasi ini terus terang cukup lama selama 8 jam, dan kita lakukan sangat hati-hati sekali," sambungnya.
Sebelumnya, KAI menjelaskan kronologi awal kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan insiden bermula ketika KRL berhenti setelah mengalami temperan dengan sebuah taksi di jalur perlintasan.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Setelah berhenti di lintasan, KRL kemudian tertabrak oleh KA Argo Bromo yang melaju dari arah belakang.
"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.
Dalam proses penanganan di lapangan, KAI telah melakukan pemotongan sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek. Sebagian gerbong juga ditarik menuju arah Bekasi untuk membuka akses evakuasi yang lebih luas.
Petugas gabungan memberikan bantuan oksigen dan pertolongan darurat kepada korban yang masih terjebak sambil menunggu proses evakuasi selesai. Upaya pembukaan akses dilakukan dengan memotong bagian gerbong yang menghambat penyelamatan.
Sebelumnya, hingga pukul 01.00 WIB dini hari, KAI mencatat empat korban meninggal dunia. Seluruh korban tewas disebut merupakan penumpang KRL yang berada di titik benturan paling parah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media