Nasional . 28/04/2026, 16:41 WIB

Sopir Taksi Green SM Pemicu Tragedi KRL vs Argo Bromo di Bekasi DITANGKAP, Fakta Baru Terungkap!

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Fakta terbaru kecelakaan maut kereta api di Bekasi Timur mulai terkuak. Sopir taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu awal tabrakan beruntun antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Insiden tragis yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 ini menewaskan 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Data terbaru dari tim gabungan menyebutkan sebagian besar korban merupakan penumpang di gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita yang mengalami kerusakan paling parah.

Pihak kepolisian memastikan bahwa sopir taksi yang terlibat dalam insiden awal tersebut selamat dari kejadian. Saat ini, yang bersangkutan telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Sopir taksi selamat dan saat ini sudah diamankan untuk proses pemeriksaan," ujar Kompol Sandhi Wiedyanoe dari Korlantas Polri, Selasa (28/4/2026).

Polisi mendalami dugaan kelalaian, termasuk kemungkinan pelanggaran saat melintasi perlintasan sebidang yang diduga menjadi titik awal kecelakaan fatal tersebut.

Kronologi dari Taksi Tertemper Hingga Tabrakan Beruntun

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kecelakaan bermula ketika sebuah taksi Green SM nekat melintas di jalur perlintasan rel di kawasan Bekasi Timur. Kendaraan tersebut kemudian tertemper kereta, memicu gangguan pada jalur.

KRL yang berada di jalur tersebut terpaksa berhenti mendadak. Nahas, dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak sempat melakukan pengereman optimal dan menghantam KRL dari arah belakang.

Benturan keras menyebabkan gerbong belakang KRL hancur, bahkan dilaporkan robek akibat tekanan dari lokomotif kereta jarak jauh.

Data terbaru dari tim evakuasi menyebutkan total korban meninggal dunia mencapai 15 orang. Puluhan korban lain masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan Jakarta.

Kepala Basarnas, Mayjen TNI M Syafii, mengungkapkan fakta memilukan bahwa seluruh korban yang berhasil dievakuasi berjenis kelamin perempuan.

"100 persen korban yang kami evakuasi adalah perempuan," ujarnya.

Proses evakuasi sendiri telah dinyatakan selesai pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, setelah tim SAR bekerja sepanjang malam menggunakan alat berat untuk mengevakuasi korban yang terjepit di dalam gerbong.

Dampak Besar: Jalur Lumpuh dan Investigasi Nasional

Kecelakaan ini menyebabkan lumpuhnya jalur kereta api Bekasi–Cikarang selama berjam-jam. Ribuan penumpang terdampak akibat penghentian operasional sementara.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com