Nasional . 29/04/2026, 10:00 WIB

Taksi Green SM Pemicu Tabrakan Kereta Maut di Bekasi Timur Diduga Alami Korsleting Listik

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Tragedi memilukan yang mewarnai dunia transportasi Indonesia di Bekasi Timur menemui titik terang. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa korsleting pada sistem kelistrikan taksi listrik menjadi pemicu awal rangkaian kecelakaan maut yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden berdarah ini mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sandhi, menjelaskan bahwa unit taksi listrik Green SM bermerek Vinfast e34 tiba-tiba mengalami mati mesin saat berada di tengah rel. Sebagai informasi, SUV listrik asal Vietnam ini mengandalkan baterai berkapasitas 41,9 kWh yang menyuplai tenaga ke motor listrik sebesar 147 hp. Kepolisian saat ini telah mengamankan sopir taksi tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai kegagalan teknis pada kendaraan tersebut.

Polemik Perlintasan Swadaya dan Tabrakan Pertama

Polisi menegaskan bahwa sopir taksi tidak melakukan pelanggaran menerobos pintu perlintasan. Lokasi kejadian ternyata merupakan perlintasan sebidang yang pengelolaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat, bukan oleh otoritas resmi perkeretaapian.

"Kami tidak bisa mengategorikan ini sebagai tindakan menerobos. Perlintasan tersebut tidak memiliki palang pintu resmi dari pemerintah; warga membuatnya secara mandiri sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan," ujar Sandhi di lokasi kejadian.

Kecelakaan pertama terjadi ketika KRL relasi Cikarang-Jakarta menghantam taksi listrik yang mogok tersebut. Meski tidak ada korban jiwa dalam benturan pertama ini, proses evakuasi yang memakan waktu menyebabkan jadwal perjalanan kereta api di jalur tersebut mengalami gangguan hebat.

Kelalaian Koordinasi dan Hantaman Argo Bromo Anggrek

Petaka sesungguhnya muncul saat KRL lain terpaksa berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur akibat terhalang proses evakuasi taksi. Naas, informasi mengenai gangguan jalur ini belum tersampaikan secara menyeluruh kepada masinis KA Argo Bromo Anggrek yang sedang melaju kencang dari arah belakang.

Kereta api eksekutif tersebut menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti dengan kecepatan tinggi, yakni 110 kilometer per jam. Hantaman keras ini menyebabkan kerusakan masif pada gerbong penumpang dan memicu jatuhnya puluhan korban jiwa. Kecepatan 110 km/jam membuat posisi kereta sangat sulit untuk melakukan pengereman mendadak dalam jarak pendek.

Otoritas terkait kini fokus melakukan audit total terhadap sistem komunikasi antar-kereta dan manajemen keadaan darurat di jalur padat. Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi sistem keamanan transportasi publik di Indonesia, terutama mengenai sinkronisasi informasi antara kereta jarak jauh dan kereta komuter dalam situasi krisis.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com