Nasional . 30/04/2026, 12:13 WIB

Tito Karnavian Puji Peran TNI Tekan Inflasi, Sebut Kunci Stabilitas Nasional

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi kontribusi aktif Tentara Nasional Indonesia dalam membantu pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, kedua hal tersebut sangat berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat luas.

“Inflasi ini saya kira sangat perlu diketahui oleh kita semua, anak-anak bangsa, apalagi jajaran TNI yang merupakan salah satu pilar utama Indonesia. Tidak banyak instansi vertikal yang memiliki organisasi yang sangat rapi, yang sudah well established dari pusat sampai dengan ke desa-desa [seperti TNI],” ujar Tito saat memberikan arahan dalam Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Rabu, 29 April 2026.

Ia mengungkapkan, berbagai survei menunjukkan bahwa biaya hidup menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia, bahkan melampaui isu lainnya. Hal ini menandakan bahwa stabilitas harga sangat memengaruhi kondisi sosial dan persepsi publik.

Dalam konteks tersebut, Tito menekankan pentingnya menjaga inflasi tetap terkendali untuk mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok serta gangguan stabilitas sosial. Ia menilai keterlibatan semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI, sangat krusial.

“Inflasi penting untuk menjaga ketahanan nasional kita dari infiltrasi atau tekanan dari luar negeri. Kita mungkin tahu bahwa di dalam politik internasional, ini masalah survival bangsa. Menjaga inflasi adalah survival bangsa,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama berbagai kementerian/lembaga, termasuk TNI, secara rutin menggelar rapat koordinasi untuk memantau perkembangan inflasi dan harga bahan pokok di daerah.

Tito juga memaparkan empat kategori inflasi berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari inflasi ringan hingga hiperinflasi. Ia mengingatkan bahwa hiperinflasi, yakni kenaikan harga di atas 100 persen, dapat memicu kekacauan ekonomi secara luas.

“Kalau terjadi di atas 100 persen, itu disebutkan hyperinflation. Itu artinya semua sendi sudah rontok ekonomi. Kekacauan sudah terjadi. Distribusi barang semua rebut-rebutan. Dan kemudian ... nilai tukar uang itu sudah melambung tinggi,” tambahnya.

Meski demikian, ia bersyukur kondisi inflasi di Indonesia saat ini masih relatif terkendali. Hal ini didukung oleh capaian swasembada beras serta stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok.

Tito pun menyoroti peran konkret TNI dalam menekan inflasi, seperti melalui program pasar murah, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa, hingga gerakan penanaman komoditas pangan.

“Kemudian juga peran TNI untuk gerakan tanam, itu terasa sekali dan itu membuat harga-harga turun. Dan mudah-mudahan kita bisa jaga, karena ini untuk kepentingan satu, menjaga bukan hanya kesejahteraan rakyat tapi menjaga situasi stabilitas kamtibmas dalam negeri,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, serta Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita bersama sejumlah pejabat terkait lainnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com