Nasional . 01/05/2026, 07:35 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Setiap tanggal 1 Mei, banyak negara di dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebagai May Day. Momen ini identik dengan aksi unjuk rasa, pawai pekerja, hingga berbagai tuntutan mengenai kesejahteraan dan hak tenaga kerja. Namun, tidak semua orang mengetahui bagaimana sejarah panjang di balik peringatan tersebut.
Hari Buruh bukan sekadar hari libur atau agenda tahunan para pekerja. Di balik tanggal 1 Mei, tersimpan kisah perjuangan panjang kaum buruh melawan sistem kerja yang dianggap tidak manusiawi pada abad ke-19. Peringatan ini lahir dari gerakan sosial besar yang mengubah dunia ketenagakerjaan modern.
Bulan Mei dipilih bukan tanpa alasan. Penetapan tanggal ini memiliki hubungan erat dengan demonstrasi besar yang terjadi di Chicago, Amerika Serikat, pada akhir abad ke-19. Dari sanalah lahir simbol solidaritas buruh internasional yang terus diperingati hingga sekarang.
Awal Mula Hari Buruh Internasional
Sejarah Hari Buruh bermula pada era revolusi industri di abad ke-19. Pada masa itu, banyak pekerja pabrik dipaksa bekerja dalam kondisi yang berat. Jam kerja bisa mencapai 12 hingga 18 jam sehari, dengan upah rendah dan perlindungan kerja yang minim.
Situasi tersebut memicu gelombang protes dari kalangan buruh. Mereka menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari. Tuntutan itu kemudian menjadi slogan terkenal: “8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam untuk kehidupan pribadi.”
Puncak gerakan ini terjadi pada 1 Mei 1886 di Chicago. Ribuan pekerja melakukan aksi mogok massal untuk mendesak pemerintah dan perusahaan agar menetapkan sistem kerja yang lebih manusiawi. Demonstrasi ini menjadi salah satu gerakan buruh terbesar dalam sejarah dunia.
Tragedi Haymarket yang Mengubah Sejarah
Beberapa hari setelah aksi besar tersebut, terjadi peristiwa yang dikenal sebagai Haymarket Affair atau Kerusuhan Haymarket.
Pada 4 Mei 1886, demonstrasi berlangsung di Lapangan Haymarket, Chicago. Awalnya aksi berjalan damai, tetapi situasi berubah ketika sebuah bom dilempar ke arah polisi yang sedang membubarkan massa. Ledakan tersebut memicu bentrokan hebat antara aparat dan demonstran.
Peristiwa itu menyebabkan sejumlah polisi dan warga sipil tewas serta banyak korban luka. Setelah kejadian tersebut, beberapa aktivis buruh ditangkap dan dihukum, meski proses hukumnya menuai kontroversi. Tragedi Haymarket kemudian menjadi simbol perjuangan kelas pekerja di seluruh dunia.
Mengapa Dipilih Bulan Mei?
Bulan Mei dipilih sebagai Hari Buruh karena berkaitan langsng dengan aksi demonstrasi pekerja yang dimulai pada 1 Mei 1886. Tanggal tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan kerja.
Pada tahun 1889, organisasi buruh internasional yang dikenal sebagai Second International menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Keputusan itu dibuat untuk mengenang perjuangan pekerja di Chicago sekaligus memperkuat solidaritas buruh lintas negara.
Sejak saat itu, tanggal 1 Mei diperingati secara luas di berbagai negara sebagai momentum perjuangan hak pekerja. Banyak negara kemudian menjadikan Hari Buruh sebagai hari libur nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media