Nasional . 02/05/2026, 11:49 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan arah pendidikan keagamaan melalui penerapan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam upacara Hardiknas yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Mei 2026. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ia menekankan bahwa Hardiknas menjadi momen refleksi untuk memperkuat kembali semangat pendidikan nasional. Dalam pandangan Kementerian Agama, pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk arah hidup dan karakter generasi masa depan.
Konsep kurikulum berbasis cinta, lanjutnya, diarahkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih humanis dan penuh empati. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu peserta didik dalam menyelesaikan persoalan secara bijak.
“Jika cinta sudah berbicara, maka seluruh persoalan bisa selesai dengan mudah,” tegas Menag.
Selain itu, Kemenag juga mengintegrasikan konsep ekoteologi dalam sistem pendidikan. Pendekatan ini menekankan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
“Tidak mungkin kita bisa sempurna menjadi hamba, manakala kita tidak didukung oleh alam yang kondusif,” ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi harus mampu menjaga keseimbangan dengan lingkungan dan sesama makhluk hidup. Oleh karena itu, konsep persaudaraan tidak hanya terbatas pada hubungan antar manusia, tetapi juga mencakup hubungan dengan seluruh ciptaan Tuhan.
Kementerian Agama juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan keagamaan, khususnya madrasah. Fenomena ini terlihat dari banyaknya lembaga pendidikan yang memiliki daftar tunggu panjang.
“Alhamdulillah sekolah-sekolah keagamaan terutama madrasah, mash banyak yang memiliki daftar tunggu bertahun-tahun untuk mengakses pendidikan keagamaan,” kata Menag.
Ia menilai hal tersebut mencerminkan kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak mulia.
Menutup sambutannya, Menag mengingatkan pentingnya nilai keikhlasan dalam menjalankan proses pendidikan. Ia meyakini, dengan semangat tersebut, berbagai tantangan di dunia pendidikan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Usai upacara, Menag turut memberikan apresiasi kepada siswa madrasah berprestasi, yakni Rifqi Nadhim Uqail dari MTsN 9 Kediri di bidang seni lukis, serta Valzan Baruna Arkananta dari MAN IC Pekalongan yang meraih banyak Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media