Internasional . 03/05/2026, 07:59 WIB

Iran Ajukan Proposal Damai 14 Poin untuk Akhiri Konflik dengan AS dan Israel

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Iran dikabarkan telah mengajukan proposal perdamaian berisi 14 poin sebagai upaya menghentikan konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dalam proposal tersebut, Teheran memasukkan sejumlah tuntutan penting, mulai dari kompensasi perang hingga pengaturan baru terkait pelayaran di Selat Hormuz.

Laporan dari kantor berita Iran, IRNA, menyebutkan bahwa proposal perdamaian tersebut telah diserahkan kepada Pakistan pada 30 April. Islamabad disebut menjadi salah satu lokasi penting dalam proses diplomasi yang tengah berlangsung.

Media Tasnim melaporkan bahwa AS sebelumnya menawarkan skema gencatan senjata selama dua bulan. Namun, Iran menolak opsi tersebut dan meminta seluruh persoalan diselesaikan dalam kurun waktu 30 hari. Langkah itu dinilai bertujuan untuk menciptakan perdamaian permanen, bukan sekadar memperpanjang masa jeda konflik.

Dalam proposalnya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan utama. Salah satunya adalah pemberian ganti rugi atas dampak perang serta jaminan bahwa tidak akan ada lagi agresi militer di masa mendatang. Selain itu, Teheran juga meminta pasukan AS ditarik dari wilayah sekitar Iran.

Iran turut menyoroti kondisi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia. Pemerintah Iran mendesak penghentian blokade dan mengusulkan penerapan mekanisme baru untuk pengaturan lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

Selain isu keamanan, Teheran juga meminta pencairan aset-aset Iran yang berada di luar negeri serta pencabutan berbagai sanksi internasional yang selama ini diberlakukan.

Konflik antara Iran, AS, dan Israel memanas setelah serangan gabungan dilancarkan pada 28 Februari. Serangan itu dilaporkan menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa. Setelah ketegangan meningkat, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 8 April.

Upaya negosiasi kemudian digelar di Islamabad, Pakistan, untuk mencari jalan keluar dari konflik. Meski demikian, pembicaraan belum menghasilkan kesepakatan final. Para mediator internasional masih berupaya membuka ruang perundingan lanjutan agar proses damai dapat terus berjalan.

Di tengah situasi yang relatif tenang tanpa laporan serangan baru dari kedua pihak, AS justru disebut mulai memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Langkah tersebut dinilai berpotensi menambah tekanan dalam proses diplomasi yang masih berlangsung.*

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com