Hukum dan Kriminal . 03/05/2026, 18:22 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kasus kematian tragis seorang ibu muda bernama Yunita (35) di Desa Sialang Kubang akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Setelah lebih dari satu bulan penyelidikan, pelaku berinisial SD (30) yang merupakan kenalan korban berhasil ditangkap.
Kapolsek Perhentian Raja, Sulistiyono, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Rabu (22/4/2026). Ia menjelaskan bahwa motif pembunuhan ini didorong oleh faktor ekonomi.
“Pelaku mengakui perbuatannya dan melakukan aksinya sendiri,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara memukul kepala menggunakan kayu. Hantaman keras tersebut membuat korban tersungkur dan mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya meninggal dunia.
Setelah melakukan aksinya, pelaku membuang kayu yang digunakan di sekitar lokasi kejadian. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil uang tunai sebesar Rp500 ribu dan satu unit telepon genggam milik korban.
Kasus ini mulai menemukan titik terang dari pelacakan handphone milik korban. Polisi menelusuri alur penjualan ponsel tersebut yang sempat berpindah tangan melalui beberapa toko, hingga akhirnya mengarah kepada pelaku.
Dari hasil koordinasi dengan tim Jatanras Polda Riau, pelaku berhasil diamankan. Ia mengaku menjual handphone tersebut ke sebuah toko ponsel untuk mendapatkan uang.
Diketahui, pelaku dan korban sudah saling mengenal. Pelaku kerap menjual brondolan kelapa sawit kepada korban, yang sehari-hari bekerja sebagai pengumpul brondolan.
Kedekatan ini justru dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yakni terkait pembunuhan dan pencurian yang menyebabkan kematian. Ancaman hukumannya pun tidak main-main, yakni penjara seumur hidup.
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap saat korban ditemukan oleh anaknya, Igil (17), sepulang Salat Jumat pada 6 Maret 2026. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di pondok tempat penampungan brondolan sawit.
Meski sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media