Megapolitan . 05/05/2026, 17:02 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 5,59 persen secara tahunan pada triwulan I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyampaikan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan tersebut.
"Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi ekonomi DKI Jakarta yang paling besar, menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yang memberikan kontribusi sebesar 1,06 persen," kata Kadarmanto di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain sektor perdagangan, bidang informasi dan komunikasi turut memberikan andil signifikan sebesar 0,88 persen. Disusul sektor penyediaan akomodasi serta makan minum yang menyumbang 0,56 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi produksi, sektor akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni sebesar 10,84 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik, serta bertambahnya aktivitas masyarakat di restoran dan tempat kuliner.
Selanjutnya, sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan 8,37 persen secara tahunan. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara ke berbagai destinasi hiburan dan rekreasi di Jakarta.
Sektor transportasi dan pergudangan juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 8,31 persen. Peningkatan ini terlihat dari bertambahnya jumlah penumpang pada moda transportasi rel, darat, laut, hingga penyeberangan.
"Pertumbuhan lapangan usaha transportasi dan pergudangan ini tercermin dari kenaikan jumlah penumpang pada angkutan rel, angkutan darat angkutan laut dan juga ASDP yang meningkat," kata Kadarmanto.
Selain itu, volume distribusi barang melalui jalur laut serta intensitas lalu lintas di jalan tol juga mengalami peningkatan.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama penggerak ekonomi dengan kontribusi sebesar 3,32 persen. Disusul pembentukan modal tetap bruto sebesar 1,68 persen, serta konsumsi pemerintah yang berkontribusi 0,47 persen.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media