Internasional . 05/05/2026, 07:09 WIB

Wabah Hantavirus Terjadi di Kapal Pesiar, Tiga Penumpang Meninggal Dunia

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

Sementara itu, hantavirus dunia baru yang banyak ditemukan di Amerika dapat menyebabkan sindrom paru-paru yang berkembang cepat dan berisiko tinggi. Gejala awalnya mirip flu, seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot, sehingga sering sulit dideteksi sejak dini.

Kasus Serupa dan Tingkat Kematian

Kasus hantavirus juga sempat menjadi sorotan pada Maret 2025, ketika Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, meninggal dunia akibat sindrom paru-paru hantavirus di rumah mereka di Santa Fe.

Virus ini memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yakni antara satu hingga delapan minggu. Meski jarang, beberapa penelitian mencatat kemungkinan penularan antarmanusia, khususnya pada varian tertentu di Amerika Selatan, namun bukti ilmiahnya masih terbatas.

Terkait tingkat kematian, hantavirus dunia lama memiliki angka fatalitas sekitar 1% hingga 15%. Sementara itu, jenis dunia baru yang menyebabkan gangguan paru-paru memiliki tingkat kematian lebih tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 40%.

Penyelidikan Masih Berlangsung

WHO menyatakan bahwa penyelidikan terkait dugaan wabah di kapal MV Hondius masih terus dilakukan. Hingga kini, belum dapat dipastikan bagaimana virus tersebut menyebar di lingkungan kapal.

Namun, para ahli menilai ada sejumlah kemungkinan yang secara biologis masuk akal, mengingat hantavirus erat kaitannya dengan paparan lingkungan dan hewan pengerat.

Meski kasus ini menimbulkan kekhawatiran, otoritas kesehatan global memastikan bahwa risiko bagi masyarakat luas tetap rendah dan situasi masih dalam kendali.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com