Megapolitan . 07/05/2026, 16:44 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tercatat sebagai pemerintah daerah dengan nilai transaksi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terbesar pada tahun anggaran 2025. Atas capaian tersebut, Pemprov DKI Jakarta menerima penghargaan dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM melalui belanja dan pengadaan barang serta jasa pemerintah.
Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mewakili Gubernur DKI Jakarta di Smesco Indonesia, Selasa, 5 Mei 2026 malam.
Menurut Ratu, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah bersama pelaku usaha dan UMKM yang terus beradaptasi menghadapi tantangan ekonomi.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberpihakan terhadap UMKM harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi produk lokal untuk berkembang dan masuk ke rantai pengadaan pemerintah,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi Pemprov DKI Jakarta tercatat mencapai Rp13,7 triliun. Angka tersebut didukung penguatan sistem pengadaan yang semakin inklusif terhadap produk UMKM lokal, salah satunya melalui kebijakan Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2023 tentang transaksi e-purchasing dengan usaha mikro dan kecil melalui sistem e-order.
Ratu menjelaskan, penguatan sektor UMKM dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, pemasaran, peningkatan kualitas produk, pendampingan usaha, digitalisasi, legalitas usaha, penguatan koperasi, hingga perluasan akses terhadap pengadaan pemerintah.
“Belanja pemerintah memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat. Ketika produk UMKM digunakan dalam pengadaan pemerintah, dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan penguatan usaha keluarga,” urainya.
Ia menambahkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menempatkan UMKM sebagai bagian penting dalam pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
“UMKM harus menjadi tuan rumah di kotanya sendiri. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus membuka peluang agar pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, akan terus memperkuat ekosistem UMKM sebagai fondasi ekonomi perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
"Dukungan terhadap UMKM diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih inklusif," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media