Pendidikan . 09/05/2026, 21:55 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kesempatan emas bagi generasi muda yang ingin berkarier di dunia maritim kembali dibuka. Anak usaha PT Pertamina Patra Niaga di sektor hilir, kembali menghadirkan Program Beasiswa Calon Pelaut 2026 untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pelaut yang kompeten dan siap kerja.
Program yang bekerja sama dengan Pertamina Foundation ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kebutuhan kru kapal operasional guna mendukung distribusi energi nasional secara berkelanjutan.
Tahun ini, program beasiswa memasuki tahun kedua pelaksanaan dan menargetkan sebanyak 23 penerima beasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia.
Para peserta terpilih nantinya diproyeksikan langsung menjadi bagian dari kru kapal operasional di lingkungan Pertamina Patra Niaga setelah menyelesaikan pendidikan.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, mengatakan bahwa program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi jalur pengembangan karier jangka panjang bagi para calon pelaut Indonesia.
“Program ini kami rancang sebagai pipeline SDM pelaut yang siap operasional. Tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membuka jalur karier yang jelas bagi para penerima beasiswa,” ujar Arif dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (9/5/2026).
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor logistik laut, terutama dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG ke berbagai daerah.
Karena itu, keberadaan pelaut profesional menjadi elemen penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional. Armada laut Pertamina berperan sebagai penghubung utama antara kilang, terminal penyimpanan, hingga titik distribusi energi di seluruh pelosok Indonesia.
Arif menilai penguatan talenta pelaut saat ini sangat relevan, terutama karena Indonesia juga menjadi salah satu dari lima negara penyumbang pelaut terbesar di dunia berdasarkan data Kementerian Perhubungan.
Komitmen Pertamina Group terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal juga terlihat dari dominasi pekerja Indonesia di sektor pelayaran perusahaan. Dari total 4.368 pelaut yang bekerja di armada perusahaan, sekitar 4.090 orang atau 94 persen merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Sementara itu, President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara menyeluruh agar sesuai dengan kebutuhan industri maritim dan logistik energi.
Menurut Agus, lembaga pendidikan hingga jurusan penerima beasiswa telah dipetakan sejak awal agar kompetensi lulusan benar-benar relevan dengan kebutuhan perusahaan di masa depan.
“Lembaga pendidikan, jurusan, serta jumlah penerima telah dipetakan sejak awal agar selaras dengan kebutuhan perusahaan,” katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media