Viral . 09/05/2026, 07:12 WIB

Viral di Medsos, Dua Wanita PMI di Arab Saudi Ngaku Dipaksa Layani 15 Pria per Hari

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Dua perempuan yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi sorotan setelah video pengakuan mereka viral di media sosial. Dalam video tersebut, keduanya mengaku mengalami eksploitasi berat saat bekerja di Arab Saudi, termasuk dipaksa melayani puluhan pria setiap hari.

Unggahan video itu beredar luas di sejumlah platform, termasuk Instagram, dan memunculkan dugaan adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa kedua korban.

Dalam pengakuannya, salah satu korban menceritakan kondisi yang dialami selama berada di lokasi kerja. Ia menyebut harus memenuhi target harian yang sangat tinggi dan disertai ancaman kekerasan fisik jika tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

"Aku ini harus ngelayani 15 orang dalam sehari, harus sampai target, kalau enggak nyampe target enggak di gaji," kata salah satu pengakuan korban dalam video yang diunggah Instagram @volkinfo, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Korban juga menyebut beban yang harus dipenuhi mencapai ratusan orang setiap bulan. Situasi tersebut membuat mereka tidak mendapatkan upah sebagaimana dijanjikan sejak awal.

"Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau gak sampe target gak dapat gaji," kata wanita itu dengan nada ketakutan.

Selain tekanan dan dugaan kekerasan, kedua PMI tersebut juga mengaku tidak pernah menerima gaji selama bekerja di tempat tersebut. Kondisi itu disebut membuat mereka beberapa kali mencoba melarikan diri.

Dalam pengakuannya, mereka juga menyebut keberangkatan ke luar negeri berawal dari tawaran kerja yang disampaikan oleh seseorang berinisial N melalui pesan singkat.

"Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mall," kata wanita tersebut.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, BP3MI NTB, Ponco Indriyo, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari keluarga korban.

Ia mengatakan saat ini BP3MI masih melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi dua perempuan dalam video tersebut.

“Sampai hari ini, kami belum ada menerima pengaduan dari pihak keluarga. Biasanya kan yang sembunyi-sembunyi pasti ada info dari keluarga. Tapi ini belum ada,” kata Ponco.

BP3MI NTB juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk menelusuri keberadaan dan kondisi para korban. Namun hingga saat ini, belum ada informasi yang dapat dipastikan.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran kasus tersebut, termasuk dugaan adanya jaringan TPPO yang melibatkan perekrutan pekerja migran secara ilegal. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com