Ekonomi . 10/05/2026, 20:35 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan kembali merilis data terbaru terkait posisi utang Indonesia.
Hingga 31 Maret 2026, total utang pemerintah tercatat mencapai Rp9.920,42 triliun. Angka tersebut langsung menjadi sorotan publik karena nilainya yang mendekati Rp10 ribu triliun.
Meski demikian, pemerintah memastikan posisi utang tersebut masih dalam batas aman dan terkendali.
Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini berada di level 40,75 persen. Pemerintah menilai angka itu masih relatif stabil dan jauh di bawah batas maksimal yang diatur undang-undang.
Dalam keterangan resmi yang dikutip dari situs Kementerian Keuangan, pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dan terukur.
Langkah tersebut disebut penting untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendukung pembangunan nasional dan penguatan pasar keuangan domestik.
“Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik,” demikian pernyataan resmi DJPPR Kemenkeu.
Jika dilihat dari komposisinya, sebagian besar utang pemerintah berasal dari instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Nilainya mencapai Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen dari total keseluruhan utang pemerintah.
Sementara itu, sisanya berasal dari pinjaman yang totalnya mencapai Rp1.267,52 triliun. Pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman luar negeri maupun pinjaman dalam negeri yang digunakan untuk mendukung pembiayaan program strategis pemerintah.
Dominasi SBN dalam struktur utang menunjukkan pemerintah lebih banyak mengandalkan pasar keuangan domestik dibanding ketergantungan penuh terhadap pinjaman asing.
Strategi ini dinilai lebih aman untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga sempat menyinggung soal pengelolaan utang Indonesia saat menghadiri Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media