Nasional . 10/05/2026, 20:08 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai mengungkap kondisi darurat kemanusiaan di Papua menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 20 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu hampir satu bulan akibat konflik yang terjadi di sejumlah wilayah Papua.
Korban jiwa tersebut tersebar di lima daerah, yakni Dogiyai, Yahukimo, Puncak Papua, Timika, dan Tembagapura.
“Berdasarkan dari catatan baik dari domestik maupun internasional menunjukkan adanya peningkatan eskalasi,” ujar Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.
Pigai menilai penanganan konflik Papua selama ini masih dilakukan secara parsial dan cenderung reaktif terhadap setiap peristiwa yang muncul.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pemerintah maupun lembaga terkait seperti Komnas HAM belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan yang terjadi di Papua.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah Komnas HAM yang telah menjalankan fungsi pemantauan dan penyelidikan sesuai mandat konstitusi.
Berdasarkan laporan Komnas HAM, tercatat sebanyak 97 peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata terjadi sepanjang 2025. Sementara hingga April 2026, sudah ada tambahan 26 kasus baru.
“Penyelesaian konflik Papua tidak dapat dilakukan secara biasa,” tegas Pigai.
Ia menilai penyelesaian konflik Papua membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa karena persoalan tersebut merupakan isu strategis nasional.
Menurut Pigai, penyelesaian konflik tidak dapat hanya dibebankan kepada satu lembaga atau institusi tertentu.
“Penyelesaian konflik Papua membutuhkan keputusan bersama yang melibatkan unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, hingga tokoh-tokoh nasional,” imbuhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media