Megapolitan . 10/05/2026, 15:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis program pemilahan sampah dari sumbernya mampu menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Pramono mengatakan, gerakan pilah sampah kini mulai dijalankan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, sesuai instruksi gubernur.
“Secara resmi Pemerintah Jakarta mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah,” kata Pramono di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, pemisahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga akan membuat pengelolaan sampah menjadi lebih efektif. Dengan sistem tersebut, sampah yang dibuang ke Bantargebang nantinya hanya berupa residu.
“Saya meyakini kalau ini bisa berjalan berhasil. Jakarta hanya akan bisa menimbun residunya, tidak seperti sekarang. Kalau sekarang kan semuanya diangkut ke Bantargebang. Sekarang kita mulai dengan dipilah terlebih dahulu, organik dan anorganik dipisahkan,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta saat ini juga telah memiliki sejumlah fasilitas pengolahan sampah selain TPST Bantargebang. Di antaranya RDF Rorotan serta beberapa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Itulah yang akan menjadi penampung-penampung sampah. Mudah-mudahan dengan cara ini permasalahan sampah di Jakarta segera bisa teratasi dan tertangani,” katanya.
Tak hanya sektor rumah tangga, Pemprov DKI juga mulai mendorong pasar-pasar di Jakarta untuk mengelola sampah secara mandiri. Salah satu contohnya telah diterapkan di Pasar Kramat Jati.
Pramono menegaskan, upaya menjaga kebersihan kota menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.
“Jakarta sebagai kota global berbudaya, tentunya kita akan menyambut itu. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga Jakarta tetap bersih, terutama dari sampah. Jaga Jakarta: bersih, pilah sampah akan menjadi gerakan yang masif di Jakarta,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media