Megapolitan . 10/05/2026, 21:23 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hanya akan menerima sampah residu mulai 1 Agustus 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya penghentian praktik open dumping sekaligus mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.
Jumhur mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah menyiapkan peta jalan menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui gerakan pemilahan sampah dari sumbernya.
"Ini langkah besar yang harus didukung bersama. Peradaban sebuah bangsa juga ditentukan dari bagaimana kita memperlakukan sampah,” kata Jumhur dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, berbagai fasilitas pemilahan sampah yang telah disiapkan Pemprov DKI perlu dimanfaatkan secara konsisten agar budaya memilah sampah benar-benar menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
Ia menilai Jakarta memiliki peluang besar menjadi pelopor gerakan pilah sampah nasional dan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, gerakan tersebut diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga, kawasan perkantoran, hingga pusat kegiatan usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan sebagian besar persoalan sampah sebenarnya dapat diselesaikan dari hulu apabila masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Dengan begitu, hanya sedikit residu yang perlu diproses di fasilitas pengolahan akhir," ujar Dudi.
Ia menambahkan, Kelurahan Rorotan bersama sejumlah wilayah lain di Jakarta sudah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dan akan dijadikan percontohan untuk diterapkan di kawasan lainnya.
“Gerakan ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga mulai membiasakan memilah sampah dari rumah agar pilah sampah benar-benar menjadi budaya baru yang berkelanjutan untuk Jakarta,” demikian kata Dudi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media