Nasional . 11/05/2026, 16:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi atau Komisi Pemberantasan Korupsi kembali merilis laporan harta kekayaan penyelenggara negara melalui sistem LHKPN.
Dalam laporan terbaru tahun 2025, total kekayaan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tercatat mencapai Rp2.066.764.868.191 atau sekitar Rp2,066 triliun.
Data tersebut tercantum dalam dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan posisi pelaporan per 31 Maret 2026 yang diunggah melalui sistem resmi elhkpn.kpk.go.id.
Laporan itu menunjukkan bahwa komposisi kekayaan Prabowo masih didominasi oleh aset surat berharga dan properti yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, khususnya Jakarta Selatan dan Bogor.
Dalam laporan LHKPN, Prabowo tercatat memiliki 10 bidang tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp323,75 miliar.
Sebagian besar aset properti tersebut berada di kawasan Jakarta Selatan dan Bogor.
Salah satu aset dengan nilai tertinggi adalah tanah dan bangunan seluas 8.365 meter persegi dan bangunan 2.175 meter persegi di Jakarta Selatan yang kini memiliki nilai mencapai Rp178,4 miliar.
Selain itu, terdapat pula properti lain di Jakarta Selatan dengan luas tanah 818 meter persegi dan bangunan 580 meter persegi yang nilainya naik menjadi Rp37 miliar.
Kenaikan nilai aset properti tersebut menjadi salah satu faktor bertambahnya total kekayaan Prabowo dibandingkan laporan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, properti seluas 818 meter persegi tersebut masih tercatat senilai Rp34,44 miliar. Sementara properti besar lainnya sebelumnya memiliki nilai Rp167,27 miliar sebelum naik pada laporan tahun 2025.
Selain properti, kekayaan terbesar Prabowo juga berasal dari investasi surat berharga yang nilainya mencapai Rp1,677 triliun.
Meski begitu, angka tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada laporan 2024, nilai surat berharga milik Prabowo tercatat mencapai Rp1,701 triliun.
Penurunan ini menjadi salah satu faktor yang menahan lonjakan kekayaan secara signifikan, meskipun nilai properti mengalami kenaikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media