Internasional . 11/05/2026, 18:22 WIB

Terungkap! Tentara Israel Disebut Diperintah Tembak Semua Pria di Gaza Tanpa Pandang Usia

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Sebuah laporan investigasi terbaru dari media Israel, Channel 13, memicu kontroversi internasional setelah memuat kesaksian tentara Israel yang mengaku mendapat perintah untuk menembak setiap pria yang ditemui di Gaza selama perang yang berlangsung sejak 2023.

Dalam laporan tersebut, sejumlah tentara yang diwawancarai secara anonim mengungkapkan bahwa pasukan di lapangan disebut menerima instruksi keras terkait operasi militer di wilayah Gaza. Salah satu tentara mengatakan bahwa tidak ada batasan usia dalam perintah tersebut.

“Seorang pria, berapa pun usianya, jangan main-main dengannya; bunuh segera,” ujar seorang tentara dalam kesaksian yang ditayangkan Channel 13 seperti dikutip Middle East Eye.

Kesaksian itu disampaikan kepada Iris Haim, ibu dari salah satu tawanan Israel yang tewas akibat tembakan pasukan Israel sendiri di Gaza.

Kasus ini kembali menyoroti insiden tragis yang terjadi pada Desember 2023 di kawasan Shujaiya, Kota Gaza. Saat itu, pasukan Israel menembak mati tiga tawanan Israel meski mereka dilaporkan bertelanjang dada, mengibarkan bendera putih, dan tidak membawa ancaman.

Salah satu tentara dalam investigasi mengaku dirinya adalah orang yang menembak salah satu tawanan tersebut.

Ia menggambarkan situasi di lapangan dengan mengatakan bahwa dirinya berada dalam kondisi perang penuh dan fokus membunuh siapa pun yang dianggap teroris.

Menurut pengakuannya, ia sempat melepaskan tembakan ke arah tiga orang yang dianggap ancaman. Belakangan diketahui salah satu korban adalah Yotam Haim.

Tentara tersebut juga mengungkapkan bahwa setelah menembakkan satu peluru dan korban belum tewas, senjatanya mengalami macet sebelum tentara lain melanjutkan tembakan.

Investigasi Channel 13 menyebut kesaksian para tentara menunjukkan adanya aturan keterlibatan militer yang sangat longgar selama operasi di Gaza.

Menurut Iris Haim, sejumlah pejabat militer Israel yang berkomunikasi dengannya mengakui bahwa pasukan di lapangan pada dasarnya diperintahkan untuk menembak siapa pun yang bergerak.

Seorang komandan brigade yang terlibat dalam operasi tersebut bahkan disebut mengatakan bahwa orang tidak bersenjata pun bisa ditembak jika dianggap berpotensi menjadi ancaman.

Tentara lain dalam laporan itu juga mengaku bahwa mereka diajarkan untuk memandang semua orang sebagai ancaman potensial, termasuk warga sipil lanjut usia.

“Bahkan orang tua pun bisa meledakkan dirinya sendiri dengan alat peledak. Protokolnya adalah menembak mereka,” kata seorang tentara.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com